Padang, Prokabar – Pakan sangat berguna dalam meningkatkan kualitas hasil budidaya unggas, namun biaya pakan pada sebuah usaha budidaya unggas hampir menutupi seluruh biaya usaha. Apalagi sumber pakan tersebut mempunyai harga yang relatif mahal karena meningkatnya kebutuhan dalam negeri setiap waktu.
Maggot BSF menjadi salah satu bahan alternatif untuk menurunkan biaya pakan unggas. Maggot BSF adalah salah satu bentuk dari larva lalat tentara hitam atau biasanya juga disebut dengan lalat BSF (Black Soldier Fly).
Maggot BSF mempunyai biomassa protein dan lemak yang tinggi. Protein yang bersumber dari maggot BSF lebih ekonomis, ramah lingkungan dan mempunyai peran yang penting secara alamiah. Maggot BSF mudah dan murah untuk dipelihara karena pakannya adalah sampah organik.
Budidaya maggot BSF sebenarnya bisa menjadi solusi untuk mengurangi biaya produksi pakan ternak dan mengkonversi sampah organik menjadi kompos. Maggot adalah agen pengurai materi organik yang memiliki kemampuan dekomposisi yang baik.
BSF dapat digunakan untuk mengkonversi limbah yang dihasilkan dari kegiatan industri, pertanian, peternakan, ataupun kotoran hewan. Sehingga cocok untuk dibudidayakan oleh masyarakat.
Pada hari Kamis, tanggal 28 Oktober 2021 lalu, Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Biologi FMIPA Universitas Andalas memberikan pengenalan dan pelatihan singkat budidaya maggot BSF kepada para Peternak Unggas Salingka Kampus UNAND yang berasal dari tiga daerah. Yaitu daerah Taruko, Jawa Gadut, dan Koto Panjang. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Tim berkolaborasi dengan Rumah Minagot Sumbar yang merupakan salah satu tempat peternakan dan penelitian maggot di Kota Padang Sumatera Barat. Minagot Sumbar digawangi langsung oleh Praktisi Budidaya maggot, Peneliti dan Sekaligus Dosen Jurusan Biologi FMIPA UNAND yaitu Dr. Resti Rahayu.
Kandang unggas dan kandang maggot bisa dibuat terintegrasi. Kandang maggot diletakkan di bawah kandang unggas, sehingga kotoran unggas bisa menjadi sumber makanan maggot selain sampah organik. Maggot segar BSF dapat diberikan langsung kepada unggas dan juga dapat dikeringkan untuk dijadikan sebagai pengganti sumber protein pakan olahan atau pelet.
Pakan maggot BSF yang bersumber dari sampah organik bisa menjadi salah satu peluang dalam pengurangan jumlah sampah organik masyarakat. Biokonversi sampah organik menjadi kompos nanti bisa dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Sedangkan maggot yang telah siap dipanen bisa menjadi sumber pakan alternatif bagi unggas.
Salah satu mitra Pengabdian Masyarakat FMIPA UNAND yang juga seorang peternak unggas dari daerah Taruko Kota Padang, telah berhasil melakukan budidaya maggot sendiri berdasarkan pelatihan yang diterimanya dari Rumah Minagot Sumbar. Dia telah membuat kandang maggot terintegrasi langsung dengan kandang ayam.
Kandang maggot diletakkannya di bawah kandang ayam, sehingga kohe (kotoran hewan) dari ayam akan jatuh langsung ke kandang maggot dan bisa langsung menjadi sumber makanan maggot. Dalam menghemat tempat, kandang terintegrasi ini bisa diaplikasikan oleh semua peternak unggas di kota Padang.
Kegiatan pengenalan dan pelatihan singkat budidaya maggot ini diharapkan menginspirasi bagi para peternak unggas dalam rangka pengurangan biaya pakan dan konversi sampah organik menjadi kompos. Kegiatan ini direncakanan terus berkelanjutan dengan tetap melakukan pembinaan bagi para peternak unggas yang akan dan telah megaplikasikan kandang ayam-maggot yang terintegrasi bersama Jurusan Biologi FMIPA UNAND dan Rumah Minagot Sumbar. (rud)
















