Lulus Kerja ke Jepang, Pemuda Koto Lua Pauh Siap Ubah Nasib Keluarga Lewat Dukungan PT Semen Padang

Penulis -

Selasa, 28 April 2026 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Harapan baru tengah tumbuh dari Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Seorang pemuda setempat bernama Yoga Pratama berhasil menembus peluang kerja ke Jepang setelah mengikuti program pelatihan bahasa dan budaya yang difasilitasi Forum Pemberdayaan Masyarakat (FPM) Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang, dengan dukungan penuh dari PT Semen Padang.

Kini, Yoga tinggal selangkah lagi mewujudkan mimpinya. Ia telah dinyatakan lulus dan tengah menunggu proses penerbitan izin tinggal sebelum diberangkatkan ke Negeri Sakura untuk bekerja di bidang pertanian.

“Dengan kelulusan ini, saya sangat bersyukur dan bangga, karena pekerjaan ini sangat bermanfaat untuk menaikkan derajat keluarga, membantu orang tua, dan mencari banyak pengalaman di negeri orang. Terima kasih kepada PT Semen Padang dan Forum Nagari yang sudah memberikan kesempatan ini. Semoga program ini terus berlanjut ke depannya,” ujar Yoga dengan nada haru.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Perjalanan Yoga tidaklah instan. Ia mengikuti pelatihan intensif selama enam bulan, mulai Juni hingga Desember 2025, di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Kamisato Gakuin Center. Selama masa pelatihan, ia dibekali kemampuan bahasa Jepang sekaligus pemahaman budaya kerja yang menjadi syarat utama untuk dapat bersaing di pasar tenaga kerja internasional.

Ketua Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Koto Lua, Nofial, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai upaya nyata pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu. Yoga kini menunggu izin tinggal dan diperkirakan berangkat sekitar tiga bulan lagi.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan PT Semen Padang yang selalu hadir membantu masyarakat melalui program yang nyata dan berkelanjutan,” kata Nofial.

Biaya pelatihan sebesar Rp6,5 juta per peserta tidak bersifat hibah semata, melainkan menggunakan sistem dana bergulir. Setelah peserta bekerja di Jepang, biaya tersebut akan dikembalikan dan digunakan untuk membiayai peserta berikutnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Ini adalah model pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan begitu, manfaatnya tidak berhenti pada satu orang saja, tetapi bisa terus berlanjut ke generasi berikutnya. Saat ini ada empat pemuda Kelurahan Koto Lua lagi yang tengah menunggu kelulusan agar bisa seperti Yoga bekerja di Jepang,” kata dia.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan dukungan terhadap program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program tersebut bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan investasi sosial jangka panjang. Program seperti ini diharapkan perusahaan dapat membantu mengurangi angka kemiskinan di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Menurut Win, peluang kerja di Jepang membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan keluarga peserta secara signifikan. Dengan penghasilan tetap, para pekerja diharapkan mampu mengangkat kondisi ekonomi keluarga mereka.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Kami berharap kesempatan ini benar-benar dimanfaatkan untuk mengubah masa depan. Ini bukan hanya tentang pekerjaan, tetapi tentang membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.

Program ini selaras dengan arah kebijakan nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita pemerintah.

Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, menambahkan bahwa peserta program melalui pelatihan intensif bersama Forum Nagari dan LPK Kamisato Gakuin Center, mereka dipersiapkan tidak hanya dari sisi keterampilan, tetapi juga mental dan budaya kerja.

“Penguasaan bahasa dan pemahaman budaya adalah kunci utama. Kami ingin mereka tidak hanya bisa bekerja, tetapi juga sukses dan bertahan di sana,” ujarnya.

Program ini pun tidak berhenti di Koto Lua. Hernes menegaskan bahwa inisiatif tersebut akan dijadikan sebagai proyek percontohan yang berpotensi dikembangkan ke wilayah lain.” (*/eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB