Daerah

Lulus Di UNDIP, Anak Yatim ini Membutuhkan Biaya Keberangkatan dan Kontrakan

Padang pariaman, Prokabar – Menjadi sebuah kebanggaan dan keberuntungan dari seorang insan dapat lulus dan melanjutkan perkuliahan di Universitas Terkemuka di Tingkat Nasional. Seperti yang dialami Novrialdi (19), warga Matur, Sikucua Timur, V Koto Kampuang Dalam, Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Ia baru saja lulus dari SMA Negeri 2 Pariaman 2018 ini. Hanya saja anak ditinggal mati ayahnya ini tidak berdaya dari sisi ekonomi. Ibunya bernama Aun (57) hanya berprofesi sebagai petani.

Aldi, panggilan akrap pemuda ini memiliki prestasi yang cukup gemilang selama SMA. Selalu terdaftar sebagai juara kelas dan mendapat nilai peringkat 1 jurusan IPS serta nilai 3 tertinggi di SMA Negeri 2 Pariaman. Nilai yang dicapai tersebut yakni Ujian Nasional mendapat nilai 70 dan Nilai Kelulusan mencapai 95.

“Alhamdulillah, saya berhasil lulus di SMA Negeri 2 Pariaman dengan nilai terbaik sesuai kemampuan yang saya miliki. Dan keberuntungan kembali dapat kembali saya peroleh setelah saya lulus di Universitas Diponegoro, Semarang. Jurusan yang saya dapatkan Ilmu Administrasi Negara,” ungkap Aldi.

Tapi, lanjutnya, saya harus banyak membutuhkan biaya agar sampai di Semarang. Rencana berangkat tanggal 29 Juli ini, tapi saya terkendala biaya. Saya hanya pemuda pelajar yang belum memiliki penghasilan sendiri. Sedangkan saya hanya punya ibu dengan kondisi juga susah.

Dedi Salim, salah seorang Tokoh Masyarakat Kampung Dalam tergugah dan simpatik mendengar kisah nyata Novriyaldi tersebut. Ia yang juga sudah memiliki relasi baik dibeberapa instansi, mencoba membantu Aldi semampunya.

“Selain meminta bantuak ke Baznas Padang Pariaman, saya juga akan berupaya meminta bantuan Yayasan Al Azis dan Baznas Provinsi Sumatera Barat. Berharap generasi penerus berprestasi ini dapat melanjutkan pendidikanya. Sangat sayang bila ia dengan prestasi gemilang di sekolah, terputus begitu saja. Padahal ia sudah lulus di Universitas Diponegoro,” tutup Dedi. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top