Trending | News | Daerah | Covid-19

Budaya

LPPM Unand dan Rumah Batik Dewi Busana Lunang, Kembangkan Motif Batik Berbasis Naskah Kuno

Dibaca : 174

Padang, Prokabar — Era peradaban ekonomi kreatif telah memberi peluang warisan budaya menjadi deposit mata tambang baru untuk industri kreatif. Salah satunya adalah dengan melakukan pengembangan ragam hias yang terkandung di dalam naskah kuno atau iluminasi menjadi desain motif batik.

Potensi tersebut menjadi latar belakang bagi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas melakukan pemberdayaan UKM Dewi Busana Lunang. Kegiatan yang diketuai oleh Pramono selaku dosen sekaligus peneliti Unand ini, merupakan penerapan hasil penelitiannya terhadap khazanah naskah kuno yang tersebar di berbagai tempat di Kabupaten Pesisir Selatan.

Menurutnya, wilayah Sumatera Barat umumnya dan Kabubapen Pesisir Selatan khususnya merupakan sumber atau tempat asal naskah kuno yang penting. “Di Negeri Sejuta Pesona ini telah ditemukan seratusan naskah kuno,” kata Dr. Pramono.

Peneliti fokus Filologi ini melanjutkan, seratusan naskah kuno tersebut terdapat di Surau Tanjung Limau Sundai dengan jumlah 23 naskah. Peninggalan Kesultanan Inderapura di Muara Sakai, Inderapura sebanyak 40 naskah. Koleksi Rumah Gadang Mandeh Rubiah di Lunang berjumlah 25 naskah. Dan 30-an naskah tersebar di tengah masyarakat sebagai milik pribadi. “Menariknya, di antara naskah tersebut terkandung puluhan iluminasi atau ragam hias yang menawan,” ungkapnya.

Pengembangan ragam hias naskah kuno itulah yang dimanfaatkan untuk memperkaya ragam desain motif batik di UKM Dewi Busana Lunang. Usaha batik yang terletak di yang terletak di Jalan Padang – Muko-Muko, Lunang Selatan, Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan. Dan di sana sudah sejak 2019 hingga sekarang telah memanfaatkan hasil penelitian khazanah iluminasi naskah kuno yang dilakukan oleh Pramono.

Dewi Hapsari Kurniasih (42), selaku pemilik usaha batik itu mengaku merasa terbantu dengan adanya pendampingan ini. “Iluminasi naskah kuno hasil kajian Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unand tersebut, sangat bermanfaat bagi pengembangan produk batik kami,” ujarnya.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti ini diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum dan pelaku UKM secara khusus. “Harapan kami, semoga ada beberapa UKM yang bergerak di bidang batik yang lain di Sumatera Barat yang juga mendapat pendampingan ke depannya,” tutup Uyung Gatot S. Dinata selaku ketua LPPM Unand. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top