Koto Gadang, Prokabar — Bencana longsor yang menimpa satu unit rumah warga di Jorong Subarang Tigo Jorong, Nagari Koto Gadang, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam, terkendala alat berat terhambat kondisi jalan yang sulit. Sehingga menghabiskan waktu 1 hari untuk melintasinya.
“Bahkan jalan yang dilalui excavator juga kemungkinan akan merusak lahan masyarakat dan harus dilakukan musyawarah mufakat dengan pemilik lahan,” ungkap Kalaksa BPBD Agam, Muhammad Lutfi melalui Petugas Piket Pusdalops BPBD Agam, Sri Mahyuni kepada prokabar.com, Sabtu (15/2).
Pemilik rumah bernama Eli Zarni (31) hidup bersama suami dan dua orang anaknya. Rumah rusak parah terkena longsor dan harus mengungsi kerumah kerabatnya. Kerugiannya mencapai Rp20 juta.
BPBD Kabupaten Agam melakukan penanganan bencana bersama dengan tim gabungan yang terdiri dari Camat IV Koto, TNI, Polri, Walinagari, Jorong, KSB dan Masyarakat.
BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas PUTR Kabupaten Agam terkait penanganan dengan alat berat Excavator. “Mengingat medan yang akan dilewati alat berat ke titik lokasi sangat sulit. Apalagi tidak bisa dilewati mobil terado sebagai mobilisasi alat berat, membuat alat berat berjalan secara manual dan memakan waktu yang satu hari,” tuturnya.
Ia melanjutkan terkait mobilisiasi alat berat diperkirakan 1 satu hari dan ada beberapa lahan masyarakat yang terdampak dengan melintasnya alat berat tersebut. Saat ini Kapolsek,TNI, Pemerintah Kecamatan, Nagari dan Jorong sedang melakukan mediasi melalui musyawarah mufakat dengan pemilik lahan.
“Mendindaklanjuti hasil survey tim gabungan di lapangan, ternyata masih ada tumpukan material di kaki bukit diperkiran dengan ketinggian 50 meter dan lebar 60 meter. Kondisi itu berpotensi bencana longsor susulan. Untuk itu dihimbau kepada masyarakat meningkatkan kewaspaan terhadap bencana susulan. Termasuk lokasi rawan longsor lainnya di wilayah masih-masing,” pungkasnya. (rud)
















