Longsor Rusak Rumah Warga, Ini Tindakan BPBD Agam

Penulis -

Sabtu, 15 Februari 2020 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koto Gadang, Prokabar — Bencana longsor yang menimpa satu unit rumah warga di Jorong Subarang Tigo Jorong, Nagari Koto Gadang, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam, terkendala alat berat terhambat kondisi jalan yang sulit. Sehingga menghabiskan waktu 1 hari untuk melintasinya.

“Bahkan jalan yang dilalui excavator juga kemungkinan akan merusak lahan masyarakat dan harus dilakukan musyawarah mufakat dengan pemilik lahan,” ungkap Kalaksa BPBD Agam, Muhammad Lutfi melalui Petugas Piket Pusdalops BPBD Agam, Sri Mahyuni kepada prokabar.com, Sabtu (15/2).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Pemilik rumah bernama Eli Zarni (31) hidup bersama suami dan dua orang anaknya. Rumah rusak parah terkena longsor dan harus mengungsi kerumah kerabatnya. Kerugiannya mencapai Rp20 juta.

BPBD Kabupaten Agam melakukan penanganan bencana bersama dengan tim gabungan yang terdiri dari Camat IV Koto, TNI, Polri, Walinagari, Jorong, KSB dan Masyarakat.

BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas PUTR Kabupaten Agam terkait penanganan dengan alat berat Excavator. “Mengingat medan yang akan dilewati alat berat ke titik lokasi sangat sulit. Apalagi tidak bisa dilewati mobil terado sebagai mobilisasi alat berat, membuat alat berat berjalan secara manual dan memakan waktu yang satu hari,” tuturnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Ia melanjutkan terkait mobilisiasi alat berat diperkirakan 1 satu hari dan ada beberapa lahan masyarakat yang terdampak dengan melintasnya alat berat tersebut. Saat ini Kapolsek,TNI, Pemerintah Kecamatan, Nagari dan Jorong sedang melakukan mediasi melalui musyawarah mufakat dengan pemilik lahan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Mendindaklanjuti hasil survey tim gabungan di lapangan, ternyata masih ada tumpukan material di kaki bukit diperkiran dengan ketinggian 50 meter dan lebar 60 meter. Kondisi itu berpotensi bencana longsor susulan. Untuk itu dihimbau kepada masyarakat meningkatkan kewaspaan terhadap bencana susulan. Termasuk lokasi rawan longsor lainnya di wilayah masih-masing,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB