Oleh : Silar Mayulita
Mahahsiwa UIN Imam Bonjol Padang
Coba bayangkan: Kamu bangun dipagi hari, ambil kemudian buka ponsel, tidak sampai dalam hitungan lima menit kamu sudah tahu bagaimana kabar terbaru yang terjadi di Palestina, hingga ke Australia. Kamu lihat tren Tiktok yang lagi viral, Velocity misalnya. Bahkan jadwal konser musisi favoritmu yang akan manggung di Gor Haji Agus Salim, di Padang. Semua itu terjadi dan kamu lihat, tanpa harus beranjak dari tempat tidurmu.
Beginilah gambaran dunia digital, dengan wilayah yang begitu besar, tapi saling terhubung, informasi cepat tersebar. Sekarang zaman yang canggih, serba digital. Siapapun yang punya data internet, dunia ada di tanganya. Cepat, luas, dan terhubung langsung. Tunggu, akses saja tidak cukup. Zaman sekarang, selain Scroll Tiktok, IG, dan sebagainya, atau sekedar mencari informasi tidak cukup. Kita butuh literasi digital. Dunia ini kecil, jika kita sudah mengglobal.
Literasi Digital itu Apasih?
Intinya saja, Literasi merupakan kemampuan mengakses, memahami dan mengevaluasi. Satu tips, jangan melangkah ke arah jurang, caranya bijaklah dalam menggali informasi di dunia digital, agar kamu nggak masuk jurang. Bukaklah pintu dunia ini dengan kuncinya, yaitu Literasi. Gunakan kesempatan ini untuk menjadi warga dunia yang aktif, dan cerdas ditengah derasnya arus informasi global. Hati-hati!, Salah masuk, ada jurang. Orang yang sudah paham dengan literasi global, maka ia akan tahu mana informasi yang harus ditanggapi, mana yang bukan. Tahu cara berkomunikasi di dunia maya. Yang paling penting, ia tahu bahwa jejak digital bisa berdampak pada waktu panjang.
Apakah Dunia Hanya Di ujung Jari?
Betul. Ketik, kemudian klik, muncul. Sekarang, kita bisa melihat bagaimana keadaan di Palestina, tanpa pergi langsung ke sana. Banyak menghabiskan uang?, tentu saja tidak. Ingin bisa bahasa Opa-opa, ada aplikasi. Di era sekarang, diperlukan kemauan yang kuat, kemudian dilanjutkan dengan otak yang hebat. Agar hidup berkembang, dan tidak selalu merasa tertinggal, bodoh atau lain sebagainya.
Saat ini, dunia begitu kecil. Tapi dibalik itu semua, hoaks menjadi tantangan yang semakin besar, termasuk disinformasi, pencurian data, semuanya semakin mengintai. Kalau tidak mempunyai literasi yang kuat, kita akan mudah terjerumus. Mudah memakan infomasi secara mentah-mentah, gampang emosian kalau melihat postingan viral, bahkan banyak yang jadi korban online seperti pinjol, judi online dan sebagainya. Maka disimpulkan, saat ini Literasi Digital bukan sekedar pilihan, melainkan kebutuhan dalam kehidupan.
Literasi Digital itu Penting?
Tentu saja. Literasi ini bukan hanya tentang teknologi, melainkan juga tentang bagaimana kita masuk dan memahami dunia. Kemampuan yang kita miliki, dapat mendatangkan hasil diantaranya:
Menyaring informasi yang valid dan terpercaya.
Menimbulkan rasa saling menghargai, baik itu dalam segi budaya, agama dan lain-lain yang ada di ruang digital.
Bisa menjadi pengguna media yang beretika dan memiliki rasa empati antar sesama manusia. Misal, kasus di Palestina.
Bisa menjaga data pribadi di sosial media.
Literasi Global itu Keren!
Literasi digital membantu kita untuk sampai di pintu literasi global. Baik itu melaui forum online, dan platform pelajaran berbasis digital. Kita bisa berbicara langsung dengan orang-orang Negara lain, dengan budaya dan latar yang berbeda. Misal, Seorang Mahasiswi Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang bisa belajar dan diskusi langsung melalui Via Zoom dengan salah satu professor di Australia. Dengan adanya literasi digital, sangat membantu warga negara, terutama para pelajar yang ingin menambah dan menimba imlu dengan ahli ilmu yang begitu keren. Tanpa mengahbiskan biaya yang banyak, kita bisa belajar dengan orang hebat. Intinya punya paket data internet.
So What Can We Do?
Mulai dari hal yang kecil dulu, seperti: Jangan bodoh pada informasi yang sedang bererdar, biasakan untuk selalu cek kebenaran. Pahami dulu aturan pada sosial media yang digunakan. Gunakan platform tersebut untuk hal positif, bukan untuk hal negative, apalagi untuk provokatif. Singkat saja, kita tidak harus jadi pakarnya teknologi, tapi kita semua bisa dan harus bisa jadi pengguna digital yang cerdas, kritis serta bertanggung jawab.
Jadi Warga Digital, Jadi Warga Global
Dunia saat ini tidak lagi tahu batas negara mana saja, warga negara mana pun itu bisa melakukan percakapan global, yang terpenting tahu bagaimana caranya. Jangan menetap ditempat kebodohan. Ingat, hal ini menjadi bekal, agar kita bisa menjadi warga yang bernuansa global, bijak serta siap menghadapi masa depan. Ingin menjadi warga yang mendunia bukan berarti harus pergi ke luar negeri secara langsung, cukup gunakan saja akses internet, serta literasi digital.
Penulis : Opini
Editor : Nofal Wiska
















