Peristiwa

Listrik Naik Masyarakat Terpekik

ProKabar, Padang, Ulah tarif dasar listrik naik, masyarakat mulai mengeluh. Jika biasanya hanya membayar puluhan ribu, kini sudah bisa membayar ratusan ribu “dulu saya membeli token 130 ribu cukup untuk sebulan, kini 300 ribu belum sebulan sudah habis” kata Dian, warga Aur Duri.

Pemerintah dan PLN memang menaikkan tarif dasar listrik secara bertahap mulai januari hingga juli 2017. Kenaikan terbesar dirasakan oleh masyarakat yang punya daya 900 VA. Jika biasanya disubsidi kini dicabut subsidinya. Kalau mau dapat subsidi harus punya surat keterangan miskin.

Kenaikan tersebut cukup drastis, jika biasanya masyarakat mengeluarkan uang Rp 74 ribu utk pemakaian 125 kWh maka setelah subsidi dicabut harus membayar Rp. 185 ribu.

“Pencabutan subsidi dilakukan, agar penerima subsidi kelistrikan tepat sasaran” jelas Dirjen Ketenagalistrikan Kementrian ESDM, Jarman.

Kenaikan tarif listrik ini ditingkat bawah tetap bergejolak, karena rumah tangga harus mengatur ulang pemasukan dan pengeluaran mereka. Apalagi premium juga sudah mulai digantikan dengan pertalite yang harganya Rp. 7500 per liter. Beban ini yang menanggung adalah masyarakat juga.

“Kami heran, dulu naik sedikit saja listrik dan BBM, pasti ada demo,sekarang tenang tenang saja, kemana mahasiswa?” Ujar Indra Warga Aia Cama, dengan wajah kesal.

Rakyat menyebutnya tarif naik, pemerintah menyebut penyesuaian tarif keekononiam. Tak naik kata pemerintah pula.
“Terserah apalah namanya yang jelas dulu Rp130 ribu sebulan kini Rp300, berilah nama oleh pemerintah sesuka hati,” kata Rico.  (nsr)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

To Top