Listrik Naik Masyarakat Terpekik

Penulis -

Sabtu, 13 Mei 2017 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ProKabar, Padang, Ulah tarif dasar listrik naik, masyarakat mulai mengeluh. Jika biasanya hanya membayar puluhan ribu, kini sudah bisa membayar ratusan ribu “dulu saya membeli token 130 ribu cukup untuk sebulan, kini 300 ribu belum sebulan sudah habis” kata Dian, warga Aur Duri.

Pemerintah dan PLN memang menaikkan tarif dasar listrik secara bertahap mulai januari hingga juli 2017. Kenaikan terbesar dirasakan oleh masyarakat yang punya daya 900 VA. Jika biasanya disubsidi kini dicabut subsidinya. Kalau mau dapat subsidi harus punya surat keterangan miskin.

Kenaikan tersebut cukup drastis, jika biasanya masyarakat mengeluarkan uang Rp 74 ribu utk pemakaian 125 kWh maka setelah subsidi dicabut harus membayar Rp. 185 ribu.

“Pencabutan subsidi dilakukan, agar penerima subsidi kelistrikan tepat sasaran” jelas Dirjen Ketenagalistrikan Kementrian ESDM, Jarman.

Kenaikan tarif listrik ini ditingkat bawah tetap bergejolak, karena rumah tangga harus mengatur ulang pemasukan dan pengeluaran mereka. Apalagi premium juga sudah mulai digantikan dengan pertalite yang harganya Rp. 7500 per liter. Beban ini yang menanggung adalah masyarakat juga.

“Kami heran, dulu naik sedikit saja listrik dan BBM, pasti ada demo,sekarang tenang tenang saja, kemana mahasiswa?” Ujar Indra Warga Aia Cama, dengan wajah kesal.

Rakyat menyebutnya tarif naik, pemerintah menyebut penyesuaian tarif keekononiam. Tak naik kata pemerintah pula.
“Terserah apalah namanya yang jelas dulu Rp130 ribu sebulan kini Rp300, berilah nama oleh pemerintah sesuka hati,” kata Rico.  (nsr)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB