Daerah

Limapuluh Kota Rawan Bencana, Penghijauan Mendesak

Limapuluh Kota, Prokabar — Kerapnya bencana banjir dan longsor melanda Lima Puluh Kota, menjadi bahan evaluasi bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Selain menggerakan program edukasi bahaya bencana di nagari-nagari bahkan sekolah-sekolah , BPBD juga sepakat, dilakukan penghijauan besar-besaran.

“Kemarin kita juga diskusi dengan teman-teman yang bergerak di sektor hortikultura. Sebaiknya, ke depan penghijauan itu memang dengan tanaman produktif,” kata Jhoni Amir, Kepala BPBD Limapuluh Kota.

Jhoni Amir menyebut, banyak jenis tanaman yang dapat ditanami di pinggir sungai maupun kaki perbukitan. “Yang produktif dan menghasilkan, misal, ada manggis, pinang, alpokat, ini bagus,” kata Jhoni Amir seusai diskusi dengan direksi PT Bumi Alam Sumatera.

PT Bumi Alam Sumatera, merupakan perusahaan ekspor hortikultura di Sumbar yang rutin mengirim manggis ke China tiap tahunnya. Perusahaan ini, juga memiliki bibit pinang dan manggis serta beragam bibit lain.

Direksi PT Bumi Alam Sumatera memastikan, siap bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, dalam mengembangkan sektor hortikultura sekaligus semangat penghijauan di daerah dan kawasan rawan bencana.

Catatan Prokabar dari BPBD Limapuluh Kota, dalam setahun, bencana banjir, longsor dan jalan terban, bisa terjadi belasan kali. Ada beberapa kawasan yang paling rawan yakni di Pangkalan Koto Baru, atau kawasan jalan Sumbar-Riau. (Vbm)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top