Lima Hari, Tim Mulyadi Peduli Semprot Bukittinggi dan Agam

Penulis -

Selasa, 7 April 2020 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukittinggi, Prokabar – Selama lima hari berturut-turut Tim Mulyadi Peduli menyemprotkan cairan disinfektan di Kota Bukittinggi dan di Agam bagian timur. Hampir seratus mesjid dan mushalla, kantor Wali Nagari, terminal, sekolah dan rumah penduduk menjadi sasaran aksi Mulyadi Lawan Corona ini.

Selasa (7/4) petang dilaporkan, Tim Mulyadi Peduli sudah menyelesaikan penyemprotan disinfektan di areal Pasar Baso, Mesjid Darul Ikhsan, Mushalla Nurul Huda, Pasar Lasi, Ponpes Syekh Arrasuli, Perkampungan Nagari Tabek Panjang, Sungai Cubadak, Simarasok, Padang Tarok dan Pasar Biaro.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Kami memang memprioritaskan penyemprotan fasiltas umum seperti mesjid, sekolah dan pasar. Setelah itu, kami sasar rumah penduduk yang di pinggir jalan karena khawatir terpapar virus,” kata Ir. H. Mulyadi via WhatsApp. Anggota Komisi III DPR RI ini mematuhi himbauan Gubernur Sumbar, tidak pulang kampung sementara dari Jakarta, yang merupakan episentrum Covid 19.

Tim Mulyadi Peduli bergerak dari pagi hingga sore dengan tiga armada mobil lengkap dengan mesin penyemprot. Tiga hari di Kota Bukittinggi dan dua hari terakhir melakukan Aksi Lawan Corona di Agam wilayah timur bersinergi dengan Anggota DPRD Agam dari Fraksi Demokrat Doddi, ST.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Mulai Rabu (8/4) Tim Mulyadi Peduli akan melakukan aksi penyemprotan disinfektan di berbagai kecamatan di Kota Padang bersinergi dengan Pejuang Mulyadi Divisi Emak Emak dan Tim Sekoci Mulyadi. “Kita melanjutkan aksi di Kota Padang karena masih banyak fasilitas umum dan rumah penduduk yang belum terjangkau oleh aksi-aksi pemerintah,” kata Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumbar Januardi Sumka, SH.,MH.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Sebelumnya, awal April 2029, Tim Mulyadi Peduli telah menyemprot areal Pasar Raya Padang, sekaligus membagi hand sanitizer, sembako dan masker. Aksi Mulyadi Lawan Corona ini mendapat apresiasi dari Ketua Pedagang Kecil Padang H. Ramli.

“Saya berterima kasih sekali kepada Pak Mulyadi yang tidak pernah lelah membantu masyarakat. Selama ini telah membantu Sumbar dengan proyek pembangunan, sekarang di saat masyarakat sedang susah karena Corona, Pak Mulyadi ikut pula turun tangan,” kata H. Ramli. (rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB