Pasaman, Prokabar — Lima hari melakukan pemantauan dengan kamera penjebak, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Pasaman merilis hasil pemantauan keberadaan harimau Sumatera, pasca menyerang hewan ternak warga beberapa hari lalu di Kampung Padang, Nagari Aia Manggih Barat, Kecamatan Lubuk Sikaping.
Kepala BKSDA Pasaman, Ade Putra menjelaskan, hasil pemamtauan, hewan buas yang dilindungi dan terancam punah ini, sudah kembali ke habitatnya. Sebab, tidak ada lagi tanda-tanda keberadaan yang ditemukan tim pemantau.
“Di kamera penjebak yang kita pasang pada titik tersebar, tidak ada terekam. Jejak, kotoran atau bekas cakar juga tidak ada lagi ditemukan tim di lapangan,” kata Ade, Sabtu (27/7).
Diakui Ade, hasil ini dirilis setelah tim melakukan lenyisiran dengan radius tiga kilometer dari lokasi serangan terakhir, Senin (22/7) kemarin.
Sebelumnya, serangan harimau ini terjadi dalam sebulan terakhir. Terdata, ada 13 ekor kambing dan satu ekor anjing penjaga ladang yang diserang alias dimangsa. Dipastikan warga pemilik hewan ternak ini, yang memyerang itu adalah harimau. Sebab, nampak dengan mata kepala warga itu sendiri. (Ola)
















