Lika-liku Nagari Persiapan Jadi Definitif, Ini Tanggapan Masyarakat Pasaman

Penulis -

Rabu, 8 Mei 2019 - 04:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Sebanyak 25 nagari persiapan yang dicanangkan bakal defenitif di Pasaman, ternyata, memiliki sisi tersendiri di tengah masyarakat. Pada satu sisi, banyak masyarakat yang menanti nagari-nagari ini didefinitifkan. Banyak untungnya. Mulai dari lebih mudah memantau perkembangan sebuah nagari dan masyarakat di dalamnya hingga memudahkan pembangunan yang merata melalui program-program pemerintah pusat, seperti dana desa.

Namun, di tengah masyarakat Pasaman, keraguan tersendiri hadir menyelimuti semangat pemekaran. Dari mana anggaran pemerintahan nagari diambilkan Pemkab Pasaman. Inilah pertanyaannya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Pasaman sejatinya saat ini sedang dilanda badai. APBD terus berkurang. Serapan terus menerus rendah setiap tahun. Tidak sedikit APBD Pasaman mengalami pemangkasan. Dari mana anggaran pemerintahan nagari persiapan diambilkan jika jadi definitif,” kata Maryan (45), salah satu mantan perangkat nagari di Kecamatan Lubuk Sikaping.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Tidak itu saja, saat inipun, nagari persiapan tidak bisa berbuat banyak. Beruntung ada dana desa dari pemerintah pusat, sehingga nagari persiapan bisa berjalan meski anggaran melekat di nagari induk.

“Memang itu realitanya saat ini. Kalaupun definitif, sanggup tidak Pemkab Pasaman memberikan anggaran pemerintahan nagari. Jangankan itu, saat ini saja, sudah banyak mata anggaran yang di pangkas. Baik itu di tingkat pemerintahan nagari maupun di SKPD yang ada,” tukas Maryan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Meski begitu, masyarakat berharap, pemerintah setempat bisa keluar dari polemik ini. Memgingat pemerintahan Yusuf Lubis-Atos Pratama sudah di ujung-ujung masa. Diharapkan, ini tidak menjadi PR di masa pemreintahan yang akan datang.

Di sisi lain, saat ini Pasaman memiliki 37 nagari induk, ditambah 25 nagari persiapan. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB