Libur Panjang, Pagaruyung Masih Menjadi Primadona Wisatawan

Penulis -

Jumat, 30 Oktober 2020 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar — Istano Basa Pagaruyung masih menjadi salah satu destinasi wisata pilihan wisatawan yang hendak menghabiskan waktu libur panjang mereka. Jika beberapa waktu lalu, angka kunjungan sempat menurun, namun saat ini peningkatan kunjungan terjadi cukup siginifikan.

Bahkan, menurut salah seorang pegawai Istano, peningkatan kunjungan lebih dari 50% jika dibandingkan dengan hari biasa.

“Kalau tingkat kunjungan saat libur panjang ini meningkat lebih dari 50 persen. Dua hari sejak libur panjang, itu ada berkisar 700-800 orang. Sebelumnya hanya 300 atau 400 orang,” ungkap Reni saat ditemui di Istano Basa Pagaruyung, kamis (29/10).

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Setiap wisatawan yang hendak memasuki lingkungan Istano, wajib dilakukan pengecekan suhu tubuh oleh petugas jaga pintu masuk. Tidak hanya itu, pengunjung juga wajib menggunakan masker dan menjaga jarak saat berada didalam Lingkungan Istano Basa Pagaruyung.

Meski telah menjadi aturan dikala pandemi covid 19, namun masih saja ditemukan sebagian kecil pengunjung yang membandel dengan melepas masker mereka saat berada di lingkungan istano pagaruyung, baik itu diluar ruangan maupun saat berada didalam ruangan. Padahal, aturan penerapan terpajang dengan cukup jelas, baik dipintu masuk maupun saat hendak masuk kedalam rumah gadang.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Sementara itu, salah seorang wisatawan asal sumatera utara mengatakan jika ia berwisata ke istano pagaruyung sembari menghabiskan libur panjang dan dan menghadiri kegiatan keluarga di salah satu nagari di Tanah Datar. Baginya, sangat disayangkan jika kedatangannya ke Tanah Datar tidak singgah ke replika kerajaan Pagaruyung.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berwisata ditengah pandemi covid 19, ia mengapresiasi protokol kesehatan yang diterapkan kesetiap wisatawan yang hendak masuk ke lingkungan Istano Basa Pagaruyung. Menurutnya, patuh terhadap protokol kesehatan, setidaknya dapat menjaga penularan covid 19 kepada wisatawan.

“Kami dari Sibolga Sumatera Utara, datang kesini ada 16 orang. Protokol kesehatan saat berwisata itu penting dan dianjurkan oleh pemerintah juga. Bagaimanapun, kita patuh terhadap kebijakan protokol kesehatan ini,” ungkap Marsudin Tanjung. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB