Libatkan Pemilik Platform Medsos Perangi Hoax

Penulis -

Minggu, 23 September 2018 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Pengamat Media Siber Erik Somba menilai pemerintah perlu melibatkan pemilik platform Media Sosial (Medsos) untuk mencegah penyebaran informasi hoax dan ujaran kebencian saat kampanye Pilpres.

Menurutnya, tugas pemerintah sangat berat dalam mengawasi peredaran hoax dan ujaran kebencian di dunia maya. “Atas dasar itulah pihak lain yang berkaitan perlu ikut membantu pemerintah secara nyata dalam mengatasi hal tersebut,” katanya, Minggu (23/9).

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Seperti yang dilakukan oleh organisasi, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dengan bertujuan membantu Satuan Tugas (Satgas) Dewan Pers dan Kementerian Komunikasi dan Informatika memerangi kedua hal di atas. Lembaga ini telah menghimpun informasi terkait website yang terindikasi disalahgunakan untuk memprovokasi masyarakat.

Menurutnya, banyaknya jumlah website yang beredar tentunya membuat pemerintah membutuhkan bantuan dari banyak pihak. “Ada situs aba-abal yang memplintir pernyataan narasumber, kemudian disebarluaskan di internet,” imbuhnya.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Lebih lanjut dia mengatakan, beberapa negara berhasil menekan para pemilik platform untuk diajak kerja sama dalam memerangi hoax dan ujaran kebencian. Seperti di negara Jerman dan Inggris yang secara tegas memberikan sanksi tegas terhadap Medsos bila membiarkan hal negatif tersebar.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Di Inggris pemilik Medsos dapat dikenakan denda sejumlah uang bila ada hoax tersebar di platformnya,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan melibatkan pemilik platform, tentu saja membuat aparat penegakan hukum semakin efektif dalam menindak penyebar hoax dan ujaran kebencian.

“Jika hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum dan instansi pemerintah akan terlalu sulit menangkal kedua hal negatif itu,” ungkapnya. (*/hdp)

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru