Sarilamak, Prokabar – Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ade Rezki Pratama kembali menggelar kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), Kamis (27/8).
Kegiatan kali ini menggandeng Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan diselenggarakan di Gelanggang Olahraga Akasia, Jorong Padang Mungka, Nagari Mungka, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota.
Politisi Partai Gerindra ini terus mengajak masyarakat untuk menjadi pembeli yang cerdas sebelum membeli dan memakai suatu produk, serta memperhatikan izin edar dan tanggal kadaluwarsa.
“Kehadiran kami semua disini untuk melakukan pemberdayaan masyarakat melalui KIE agar masyarakat menjadi pembeli yang cerdas sebelum membeli dan memakai suatu produk,” ungkap Ade.
Ia juga menambahkan, selain sebagai pembeli juga banyaknya produk-produk yang dihasilkan masyarakat, mereka harus terus meningkatkan dan memperhatikan produk tersebut agar sesuai ketentuan dan bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
“Saya dapat informasi disini banyak produk-produk makanan yang dihasilkan masyarakat, mari terus tingkatkan dan perhatikan produk tersebut agar sesuai ketentuan dan bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Tidak itu saja, Ade juga menyebutkan pihaknya juga terus memperjuangkan aspirasi yang disampaikan masyarakat, salah satunya terkait pertanian untuk meningkatkan ketahanan pangan.
“Tahun 2023 ini Kabupaten Limapuluh Kota mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pusat senilai 3,6 M untuk fisik pertanian. Di tahun 2024 nanti juga akan kembali mendapatkan DAK untuk fisik pertanian.” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Badan POM Padang yang diwakili PFM Ahli Madya, BPOM Padang Linda Gusrini Fadri menyebutkan terkait berbagai produk makanan-minuman, obat-obat, kosmetik dan lainnya, pihaknya (BPOM) melakukan pengawasan sebelum produk dan setelah produk itu didistribusikan oleh produsen.
“Kita (BPOM) sebagai wakil Pemerintah melakukan pengawasan terhadap produk makanan-minuman, obat-obatan, kosmetik dan lainnya sebelum produk dan setelah produk itu didistribusikan oleh produsen,” ucap Linda.
Ia juga menambahkan, masyarakat harus menjadi pembeli yang cerdas, sebab saat ini berbagai persoalan masih ditemui terkait produk makanan-minuman, obat-obatan dan kosmetik yang beredar. Diantaranya produk tersebut tidak memenuhi syarat.
“Saat ini masih banyak persoalan yang ditemui terkait produk makanan-minuman, obat-obatan dan kosmetik yang beredar. Diantaranya produk tersebut tidak memenuhi syarat. Masyarakat saat ini masih maunya instan tanpa memperhatikan mutu dan keamanan produk itu sendiri,” ucapnya.
Dengan pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) yang digelar bersama anggota DPR-RI, Ade Rezki Pratama, bisa meningkatkan kesadaran dan pengetahuan serta kemandirian dalam memilih obat dan makanan yang akan digunakan atau dikonsumsi.
“Kegiatan ini kita harapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan serta kemandirian masyarakat dalam memilih obat dan makanan yang akan digunakan atau dikonsumsi.” pungkasnya.
Dalam kegiatan itu Ade Rezki Pratama juga menyerahkan secara simbolis pembangunan proyek fisik pertanian kepada Kelompok Tani di Kecamatan Mungka. (*/rel)
















