Daerah

Lembaran Pemilu Serentak Dibuka Ulang, Bawaslu Cecar KPU Pasaman

Pasaman, Prokabar — Lembaran Pemilu serentak lalu, dibuka kembali Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dibentang seluas-luasnya di depan awak media, Bawaslu, pengurus partai, pihak kepolisian hingga TNI di Pasaman. Tujuannya, mengevaluasi fasilitasi kampanye Pemilu di Pasaman.

Berjalan alot evaluasi yang dipusatkan di Hotel Arumas, Lubuk Sikaping, Senin (5/8) itu. Berbagai masukan dilayangkan pengurus partai. Bahkan yang paling nyinyir, ialah Bawaslu. Sebab, cukup banyak peraturan KPU yang berubah ketika proses tahapan berjalan. Ini membuat semua pihak kebingungan.

“Misalnya, aturan pemasangan APK dan waktu kampanye atau media kampanye. Sudah ada aturan baku dari awal, taunya berubah. Diperlongar, lagi, lagi dan lagi. Ini membuat kami sebagai pengawas, ikut bingung. Koordinasi tiap sebentar, parahnya itu, saat ada perubahan aturan, belum langsung dapat diterapkan. Tunggu ini, tunggu itu dulu. Kedepannya, jangan seperti ini lagi. Atur sematang-matangnya prose pemilu dan aturannya dari awal. Jangan diubah di tengah jalan. Akibatnya, bisa kita lihat. Semua tidak satu suara. Kasihan kita, petugas yang di bawah,” kata Ketua Bawaslu Pasaman, Rini Juita.

Tidak saja itu keteledoran KPU dalam penyelenggaraan Pemilu serentak April lalu. Alat Peraga Kampanye (APK) jug ditelanjangi keteledorannya. Paling banyak itu, ialah pemasangan dan izin APK dipasang. Tidak sesuai lokasi yang ditetapkan, bahkan banyaknya syarat yang harus dikonfirmasi Bawaslu, ketika menindak lokasi pemasnagan APK di luar lokasi yang ditentukan, seperti di rumah-rumah warga. Bahkan, hal ini diakui Koordinator Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Eria Candra.

“Kita masih lemah dalam hal aturan main dan penerapan APK ini. Banyak celah yang harus diperbaiki. Terimakasih masukannya,” kata Eria Candra.

Hasil evaluasi fasilitasi kampanye Pemilu 2019 sendiri, lanjut Eria, dilakukan secara bertingkat. Mulai dari level kabupaten atau kota, provinsi, hingga pusat. “Hasil evaluasi ini sebagai menjadi acuan agar Pemilu yang akan datang dapat menjadi lebih baik,” tukas Eria. (Ola)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top