LDII Dorong Penerapan Digitalisasi di Dunia Pendidikan

Penulis -

Senin, 16 September 2019 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mendorong penerapan digitalisasi di dunia pendidikan untuk menghadapi tantangan dalam era revolusi industri 4.0 yang betujuan meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri.

Bentuk seriusannya, LDII menggelar Lokakarya nasional di bidang pendidikan pada Kamis (12/9) di Jakarta yang menghadirkan Kepala Pustekom Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai pembicara utama. Sebelumnya juga digelar Lokakarya nasional bidang ekonomi pada Selasa (10/9) di Jakarta yang mendatangkan Duta Besar Singapura Anil Kumar, berbagi mengenai pemanfaatan teknologi di Singapura,

Ketua Umum DPP LDII Prof KH Abdullah Syam, Minggu (15/9) mengatakan kegiatan lokakarya bidang pendidikan itu dihadiri para tenaga pendidik, pengajar, perwakilan yayasan pendidikan, kepala sekolah, serta pamong pendidikan yang berjumlah sekitar 400 orang dari seluruh Indonesia,

Selain itu, Prof KH Abdullah Syam memperkenalkan tim Education Clearing House (ECH) yang merupakan output dari diskusi terpumpun (Focus Group Discussion) yang digelar sebelum kegiatan lokakarya. Tim tersebut telah merumuskan output bidang pendidikan berupa panduan kurikulum, panduan masalah anak didik, serta kelembagaan pendidikan.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Ia mengatakan ECH merupakan salah satu usaha LDII berkontribusi di bidang pendidikan dengan fokus menciptakan sumber daya yang profesional religius. Selama LDII terus berkontribusi bagi bangsa dengan berkelanjutan membina generasi muda mulai dari tingkat usia dini hingga mahasiswa,

“Dengan perkembangan era digital, kami berupaya untuk memanfaatkan teknologi informasi guna meningkatkan kualitas pendidikan, yakni dengan pembinaan pendidikan berbasis digital,” katanya.

Sementara itu Ketua Panitia Pengarah (SC) Prasetyo Sunaryo mengatakan penggunaan teknologi digital bukan sekedar alat yang dipasang lalu dipakai tapi juga merupakan sinergi antara perangkat keras, dengan struktur dan kultur.

“Teknologi yang digunakan seorang diri tidak terasa kegunaannya, tapi jika dalam satu komunitas, maka akan sangat berguna,” katanya.

Kepala Pusat Teknologi, Komunikasi dan Informasi Kemendikbud Gogot Suharwoto mengatakan pendidikan bisa bertahan dan bersaing kuncinya ada pada guru.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

“Guru harus bisa memahami, karakteristik anak didik sekarang secara genetik berbeda dengan para orangtua,” ujarnya.

Ia mengatakan revolusi industri 4.0 memiliki risiko melahirkan terminologi baru. Gambarannya, jika dulu pekerjaan produsen dan konsumen terpisah, maka sekarang konsumen bisa mengerjakan pekerjaan produsen.

Guru juga harus memperhatikan prinsip mampu menerapkan teknologi yang terintegrasi, sistematis, dan efektif. Walaupun demikian, teknologi tetaplah alat. Agar siswa-siswa di era milenial mampu bekerja sama dan termotivasi, guru memiliki peran yang penting.

Untuk mengakomodir hal itu, Kemendikbud memiliki platform digital berupa Rumah Belajar. Di dalamnya terdapat konten audio visual yang dapat diunggah oleh para pakar pendidik. Contohnya adalah simulasi pembelajaran yang dilakukan para pengajar.

Di waktu yang sama, LDII melaunching Pondok Belajar Profesional Religius yang bisa diakses di Pondokbelajar.ldii.or.id. Platform digital ini mengakomodasi para pelaku dan pakar pendidikan dilingkungan LDII  seperti guru, mubaligh mubalighot, orang tua, pamong, yayasan, hingga ketua pesantren.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Ketua DPW LDII Sumatera Barat M Ari Sultoni SH MH mengatakan pihaknya mengirimkan tiga perwakilan untuk mengikuti kegiatan Lokakarya Nasional yang digelar DPP LDII di bidang ekonomi dan pendidikan tersebut yakni Wakil Ketua H Bustari Badal, Wakil Sekretaris Rohmat Syahrin dan Ketua Biro EPM H Novrialdi Djoelius

LDII telah menggelar lokakarya nasional di bidang pendidikan dan ekonomi. Hal tersebut dilakukan, agar warga LDII dapat memanfaatkan revolusi industri 4.0, untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pemanfaatan bisnis-bisnis baru, akibat menyatunya komputer, internet, dan teknologi komunikasi.

Masalah kultur menjadi penting, sebab secanggih apapun teknologi tanpa perubahan kultur atau karakter, hal tersebut mengakibatkan teknologi menjadi tak berfaedah

“Misalnya, ada pesan penting dalam Whatsapp yang masuk, lalu diabaikan karena memiliki budaya menunda,” katanya.(mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB