Layanan Pengurusan KIR Ditutup, Pasaman Kehilangan PAD Sekitar Rp200 Juta Setahun

Penulis -

Minggu, 17 Januari 2021 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Dihentikannya layanan uji kelayakan kendaraan atau KIR untuk kendaraan pengangkut barang dan orang atau di Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor (UPT PKB) Dinas Perhubungan Kabupaten Pasaman membuat daerah cukup rugi. Pasalnya, Pemkab Pasaman sudah dipastikan bakal kehilangan salah satu potensi sumber Pendapat Asli Daerah (PAD) sekitar Rp200 juta tiap tahunnya.

Kepala Dinas Perhubungan Pasaman, Afridansyah melalui Kepala UPT PKB, Asadi mengatakan, layanan KIR tersebut terpaksa ditutup karena kekurangan alat Smart Card sesuai perintah Kemenhub.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Sesuai edaran Kemenhub bagi uji KIR yang tidak memiliki alat Smart Card untuk penerbitan Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe) tidak dibolehkan memberikan layanan per 1 Januari 2021. Kita memang belum memiliki alat tersebut. Makanya terpaksa ditutup layanan sampai kita punya alat tersebut,” kata Asadi.

Tidak beroperasinya layanan uji kelayakan kendaraan di UPT tersebut disebabkan karena, pemerintah daerah setempat belum menyediakan sarana dan prasarana penunjang BLUe itu.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasaman, Afridansyah mengaku sudah berkali-kali menyampaikan persoalan tersebut kepada Bupati setempat.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Terkait persoalan layanan KIR ini saya hitung sudah ada lima kali kami naikkan telaah staf (TS) dari Dinas Perhubungan kepada Bapak Bupati. Terakhir di penghujung tahun 2020 kemarin. Namun sesuai yang kita lihat hari ini sama sekali belum ditindak lanjuti,” ungkap Afridansyah.

Terkait dinonaktifkannya layanan KIR ini kata dia jelas mempengaruhi hajat hidup orang banyak baik supir maupun keselamatan masyarakat penumpang di daerah setempat.
Untuk pembelian alat Smar Card serta perlengkapannya itu sendiri kata dia bisa memakan biaya sekitar Rp250 juta.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Untuk pembelian alat smart card dan biaya kalibrasi alat serta lainnya paling banyak Rp250 Jutaan. Saat ini yang sudah memiliki alat yang lengkap tersebut terdrkat yaitu di Kota Padang Panjang dan Kota Payakumbuh. Makanya saat ini kita hanya bisa menerbitkan surat rekomendasi saja kepada para supir yang mau mengurus KIR ke salah satu daerah tersebut,” pungkas Afridansyah. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB