Trending | News | Daerah | Covid-19

Selebritis

Lawan Covid-19, Barisan Artis Siap Jadi Influencer ‘Gerakan Rp 1000 untuk Indonesia’

Dibaca : 306

Jakarta, Prokabar – Rebecca Reijman, Sylvia Saartje, Linggasuri, Ayu Azhari, Paramitha Rusadi, Vicky Prasetyo, Andi Soraya dan masih banyak publik figur lainnya bersatu dalam ‘Gerakan Rp 1000 untuk Indonesia’.

Mereka mengajak para penggemar dan seluruh masyarakat ikut bergabung memutus penyebaran Covid-19.

“Ayo kita galang semangat Persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk Indonesia tercinta. Kita dedikasikan untuk Bangsa yg peduli Kemanusiaan, Hebat bermartabat di mata dunia,” seru Ayu Azhari di grup chat ‘Gerakan Rp 1000 untuk Indonesia’, Selasa (31/3).

Sesuai rencana, tim ‘Gerakan Rp 1000 untuk Indonesia’ akan menggalang dana. Bahkan tim yang tersebar dari Sabang sampai Merauke telah mengumpulkan dana dan disalurkan bagi penanganan Covid-19.

Seperti yang sudah dilakukan sejumlah artis, salah satunya penyanyi Rebecca Reijman menggalang dana dengan cara melelang barang.

“Rekening penyaluran dana masih dalam proses. Tapi teman-teman di tim gerakan ini sudah mulai mengumpulkan. Hasilnya nanti akan diserahkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” ucap perwakilan tim ‘Gerakan Rp 1000 untuk Indonesia’, Harry ‘ Koko’ Santoso.

Jelang peluncurannya, Tim Gerakan Rp 1000 untuk Indonesia kerap berdiskusi melalui video meeting. Mereka saling menguatkan dan menyatukan gagasan, ide dan semangat untuk melancarkan ‘Gerakan Rp 1000 untuk Indonesia’.

“Bukan dari nilai rupiahnya, tapi seribu itu adalah semangat kita. Seribu masker, disifektan dan macam-macam,” ucap lady rocker legendaris, Sylvia Saartje.

Mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap tinggal di rumah, para artis yang tergabung dalam tim berbagi kegiatan kesehariannya.

“Ada Covid-19 gini biasa aja kerjaan rumah seperti biasa. Bedanya, aku tidak terima tamu dan tidak keluar rumah. Bahayanya kalo lama lama badan ku bisa jadi gemuk karena makan melulu,” ujar Sylvia seraya melontarkan candanya.

Begitu juga dengan peran Linggasuri yang mengisi hari-harinya dengan kegiatan membereskan rumah.

“Saya masak memasak, berkebun, merapihkan lemari, pilih barang yang tidak dipakai untuk didonasikan, nemenin anak SFH (E-school),” ujarnya.

Meski harus tetap di rumah, hikmah positif dirasakan seluruh keluarga Indonesia. Seperti yang dirasakan Linggasuri lebih dekat dengan keluarga tercinta.

“Interaksi sama anggota keluarga sangat intens dan banyak hal positif yang bisa dilakukan di rumah. Dibalik semua ini ada rencana Tuhan yg indah. Dunia disuruh istirahat dari hiruk pikuk, udara dibersihkan dari polusi kendaraan bermotor. Tapi sisi yang lain juga kasihan sama daily worker yg blm tentu bisa makan karena keadaan ini,” pungkasnya. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top