Budaya

Latihan Sasaran “Silek Sewai Marantang” Dimulai, Pemuda Ikut “Barandai”

Dibaca : 173

Sungai Batang, Prokabar — “Lahia Mancari Kawan, Batin Mancari Tuhan”, begitulah Filosofi Silek (Silat) di Minangkabau. Karena sempat lama hilang, Pemuda Batuang Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, kembali membangkitkan seni bela diri tradisional itu.

Sebelumnya, Sasaran “Silek Sewai Marantang” diresmikan seminggu lalu (20/2). Latihan perdana dimulai pada Sabtu malam ini (27/2). Suasana cerah dihiasi rembulan terang. Peserta didik berumur 8 tahun hingga 15 tahun secara bergantian tampil dengan bimbingan sang guru. Jumlah anak didik mencapai 15 orang.

Guru Silek dilakoni oleh Ayub Sutan Nagari dan Adri Andreas Sutan Siri. Beliau dipercaya pemuda, untuk menjadi pelatih mereka. Meski demikian, sifat bertanya dan diskusi, akan tetap terjalin dengan guru-guru sesepuh yang ada di Kampung Kelahiran Buya Hamka itu.

Lokasi latihan berada di halaman rumah milik orang tua Fitra Katik Rajo Mudo, salah satu tokoh pemuda setempat. Tepatnya di Komplek Masjid Inyiak De Er, sebuah tempat bersejarah dari Tokoh Utama Ulama Pembaharuan Islam di Ranah Minang.

Usai anak didik latihan, entah dari mana gagasan timbul, spontanitas sejumlah pemuda memasuki sasaran didampingi dua orang tua, memulai langkah Randai. Dan Akhirnya mereka pun “Barandai” dengan gerakan seadanya. Suasana pun semakin ramai dan menyenangkan.

Wali Jorong atau Kepala Wilayah Batuang Panjang, Fajri Datuk Mangkuto Nan Basa menjelaskan, Program Sasaran Silat sebagai langkah awal pergerakan pemuda yang diketuai Zuli Amri Sutan Tanameh, bersama seluruh Pemuda Batuang Panjang lainnya. Kekompakan “Mambangkik Batang Tarandam” semakin meningkat setelah berbagai pergerakan dua tahun belakangan dimulai.

“Kebersamaan ini tidak lepas dari dukungan semua pihak. Dimulai dari Bapak Irfan Amran selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Agam yang kebetulan asli putra terbaik Sungai Batang, Bapak Camat Tanjung Raya, Handria Asmi yang sangat intens mendukung beragam kegiatan, Mantan Walinagari Sungai Batang dan Mantan Wali Jorong Batuang Panjang, Bapak Irfan Caniago. Tidak lupa seluruh Tokoh Masyarakat seperti Uo Marah Effendi dan Ketua Badan Musyawarah Jorong atau BMJ, Bundo Kanduang beserta Ibu-ibu Aisyah dan PKK, Bamus dan Ninik Mamak semuannya,” ungkapnya.

Selain peran serta yang telah disebutkan, Datuk Panungkek Suku Guci itu juga sangat mengharapkan peran aktif perantau dan cendikia lainnya. Sehingga keberlangsungan program itu terus meningkat, berkelanjutan dan konsisten. Kelestarian nilai-nilai budaya Minangkabau, diharapkan kembali terjaga dan lestari.

Ketua Pemuda Jorong Batuang Panjang, Zuli Amri Sutan Tanameh menambahkan, latihan sasaran silat telah berjalan. Untuk rencana kedepan, akan menghimpun dan kembali membuat pertemuan dengan seluruh pemuda. Melakukan evaluasi serta peningkatan peran aktif. Sehingga kekuatan berkomitmen dan konsisten untuk terus bangkit, dapat dipegang teguh seluruh pemuda.

“Kita tentu sangat berharap, semua kita dapat berperan aktif dan partisipasi. Dengan harapan konsistensi program ini. Mendukung secara penuh dan berkelanjutan, sehingga kebangkitan generasi Minangkabau di Kampung Kelahiran Buya Hamka ini dapat terwujud secara nyata. Kita tidak main-main, melainkan sangat serius dan komitmen,” tegasnya.

Untuk itu lanjutnya, program ini membutuhkan dukungan secara penuh. Baik secara materil maupun tenaga dan pikiran.

“Kita kedepannya akan mencoba membawa pemuda bersama anak-anak didik kita yang ikut latihan silat, bisa menginap di Surau Randah yang terletak masih dalam Komplek Masjid Inyiak De Er. Tentunya meningkatkan program secara berkelanjutan. Seperti Program pengajian Agama Islam, baca tulis Al-Quran, serta mempedalam pemahaman Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Kegiatan rutin dilaksanakan. Minimal tahap awal ini berjalan sekali dalam seminggu. Dilaksanakan setiap hari Sabtu malam, ditutup dengan Didikan Subuh Minggu pagi,” Tutup Amri. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top