Lubukbasung, Prokabar.com – Berbagai terobosan melalui beragam inovasi terlaksana dari pihak Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung. Memanfaatkan 2 hektar lahan untuk sektor perikanan, perkebunan dan peternakan.
Selain gedung perkantoran dan kamar warga binaan, semua sudut dan pojok lahan kosong terus termanfaatkan agar produktif.
“Luas lahan yang kami miliki 2 hektar, 1 hektar untuk perkebunan dan satu hektar gedung dan bangunan perkantoran maupun kamar-kamar warga binaan.” Ungkap Kepala Lapas Budi Suharto, kepada Prokabar.com, Sabtu (6/7).
Di dalam lapas, pihaknya telah berhasil mengembangkan ternak lele dan tanam sayur mayur. Di luar gedung, juga berhasil menanam jagung manis dan jagung ternak. Bahkan mengembangkan ternak ayam dan bebek air.
Inovasi ini berkat kerjasama dengan warga binaan yang telah memiliki komitmen dan integritas. Berhasil membantu pemenuhan bahan pokok makanan untuk warga binaan itu sendiri. Warga sekitar juga menikmati hasil perkebunan dan peternakan tersebut.
Meski demikian, ada kondisi sangat urgensi saat ini. Yakni belum adanya rumah dinas (Rumdas) atau asrama untuk petugas Lapas. Baik untuk pejabat, staf atau CPNS yang rumahnya jauh dari lokasi bertugas.
“Pada saat ini baru ada rumah dinas untuk Kepala Lapas saja. Sedangkan anggota belum ada satupun. Padahal rumah tempat tinggal masing-masing anggota rata-rata berada di luar Ibukota Lubuk Basung ini,” ujarnya.
Kondisi ini menyulitkan petugas bergerak cepat, jika terjadi kendala atau permasalahan nantinya. “Untuk itu, rumah dinas untuk anggota sangat urgensi kita butuhkan saat ini.” lanjutnya.
Lahan telah tersedia, bahkan telah ada pondasi rumah. Sekitar 100 meter persegi untuk rumah dinas telah dikavling. Rencana buat 5 unit rumah dinas dan 5 unit untuk barak anggota.
“Sebelumnya, kita mengajukan permohonan ke Kantor Kemenkumham Pusat. Namun belum dapat tanggapan positif. Dan kami sangat berharap pemerintah daerah membantu pembangunan yang sangat urgensi ini.” pintanya. (rud)
















