Agam, Prokabar — Lembaga Pemasyarakatan II B Lubuk Basung menerima 300 helai masker dari Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Keterampilan atau UPT BLK Kabupaten Agam, Kamis (9/4). Masker standar Kesehatan Nasional dengan kain fosfor tersebut merupakan hasil karya bakti mantan peserta pelatihan menjahit UPT BLK Agam.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenagakerja (DPMPTSP-NAKER Agam), Retmawati didampingi Kepala UPT BLK Agam, Aris Pridi menyetahkan langsung 300 helai itu kepada Kalapas II B Lubuk Basung, Suroto.
“Kami berterimakasih sekali atas bantuan masker dari UPT BLK Agam. Kita di Lembaga Permasyarakat sangat butuh, untuk mencegah Narapidana tertular Covid 19. Baik sesama napi maupun dengan petugas,” ungkap Kalapas II B Lubuk Basung, Suroto saat ditemui di Kantornya, Padang Sano, Kamis (9/4).
Lapas sangat rentan karena sesama napi cukup dekat satu sama lainnya. Butuh penanganan ektra dalam penanggulangan dan pencegahan Covid 19. Penyakit ini sangat sulit terdeteksi karena terbilang Virus baru. “Sebelumnya kami juga sudah berdayakan napi untuk membuat masker, sebagai inovasi. Namun karena sulitnya mendapatkan bahan, akhirnya diurungkan niat untuk sementara waktu,” imbuhnya.
Untuk itu dibutuhkan segala upaya termasuk meminta bantuan BLK dalam pemberian masker. “Kebetulan kami sudah menjalin komunikasi dengan BLK sebelumnya. Sehingga memudahkan mendapatkan masker tersebut,” terang Kalapas II B Lubuk Basung.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP-NAKER Agam, Retmawati menjelaskan sangat kebetulan, BLK sebagai bagian dari bawahannya sedang memproduksi banyak masker. Diperuntukkan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Agam, seluruh Instansi Pemkab Agam, Forkopimda dan masyarakat yang ada di Agam.
“Saat ini, kami memberdayakan kembali 16 orang mantan peserta pelatihan yang sempat mendapat pelatihan menjahit beberapa waktu lalu. Setiap hari mereka berhasil memproduksi 300 helai lebih masker di UPT BLK Agam, Sungai Jariang,” ujar Retmiwati.
BLK Agam sudah berhasil memproduksi 3 ribu helai, sejak pembuatan tahap pertama. Hingga proses pembuatan tahap ke dua, ditargetkan 6 ribu helai masker. Nantinya, akan dibagikan ke instansi terkait dan ke masyarakat yang membutuhkan.
“Kami juga sangat berterimakasih kepada Lapas II B Lubuk Basung yang telah mau mengajukan permohonan pemenuhan kebutuhan masker. Jika diminta, berarti butuh dan akan dipergunakan dengan baik. Dan berharap pencegahan penyebaran Covid 19 turut berjalan dengan baik,” pungkasnya. (rud)
















