Lapangan Cindua Mato Batusangkar Tinggal Sejarah, Ini Penyebabnya

Penulis -

Jumat, 22 November 2019 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Eri Munafri, tokoh masyarakat Tanah Datar menyayangkan adanya pembangunan Medan Nan Bapaneh dan Pentas di area Lapangan Cindua Mato Batusangkar.

Menurut pria yang akrab disapa Haji Eri ini, Lapangan Cindua Mato yang dulunya adalah lapangan lomba Taruna dan diganti nama semasa Bupati Masdar Saisa

“Dengan adanya bangunan baru itu, kita sangat menyayangkan, terlebih lapangan Cindua Mato yang dulu menjadi salah satu tempat untuk silaturahmi para perantau di saat lebaran, kini hal itu tak lagi bisa dilakukan,” ungkapnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Ia juga mengkhawatirkan, jika bangunan baru itu nantinya dapat disalahgunakan oleh oknum masyarakat, dan muda mudi untuk berbuat asusila.

“Sedangkan sekarang di tempat terbuka saja orang pada berani berbuat tak senonoh di lapangan tersebut, apalagi nanti” ujarnya lagi.

Disisi lain, Nurmatias, kepala BPCB wilayah Sumbar, Riau Kepri mengaku jika dalam kajian penataan kawasan benteng Fort Van de Caffelen yang dibuat oleh direktorat pelestarian cagar budaya dan permuseuman, lapangan Cindua Mato merupakan bagian dari kawasan itu. Lapangan Cindua Mato merupakan alun-alun kota batusangkar, karena bagian kota lama batusangkar.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Bagian kota lama ini, benteng, lapangan cinduamato, indo jalito dan cagar budaya yang ada disekitar Batusangkar, termasuk kawasan beringin yg banyak burung Kuntul,” tulisnya saat dihubungi prokabar.com.

Jika mengacu pada UU Cagar Budaya no 11 tahun 2010, Nurmatias mengatakan tidak ada yang dilanggar dari pembangunan itu, akan tetapi alun alun yang masih ada di Sumatera Barat hanya ada di Kota Batusangkar yakninya Cindua Matom

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Alunalun Cindua Mato adalah kebanggaan masyarakat Batusangkar, karena satu-satunya alun-alun kota di Sumatera Barat yang masih ada hanya di Batusangkar. Ini nilai penting dari keberadaan sejarah kota Batusangkar,” tambahnya lagi.

Nurmatias juga mengungkapkan jika awal revitalisasi dilakukan pihaknya ada diajak untuk duduk bersama. Namun, saat laporan akhir perencanaan dan pelaksanaan pihaknya belum sempat diajak.

“Kalau kita pakai kajian benteng yang dibuat direktorat, akan lebih sempurna dan melengkapi desaign yang dilaksanakan saat ini,” tutupnya.(eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB