Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Langka. Keluarga Bermata Biru di Sungayang Tanah Datar

Dibaca : 405

Tanah Datar, Prokabar – Sudah empat generasi keluarga Tuti Fariani warga Jorong Galanggang Tangah, Nagari Sungayang, Tanah Datar memiliki warna bola mata berbeda dengan kebanyakan orang. Tuti memiliki mata berwarna biru atau sering disebut dengan mata kucing.

“Asal mula matanya begini turunan dari mama ibuk, orang tua ibuk,” ucapnya saat ditemui dikediamannya, Minggu (11/10).

Wanita 58 tahun ini melanjutkan, mata biru yang ia dan anggota keluarga lainnya miliki tidak selalu berwarna sama keduanya. Dari beberapa orang bersaudara, ada yang bermata biru sebelah, baik kiri maupun kanan dan sebelah lainnya berwarna coklat bahkan ada yang tidak bermata biru meski sedarah dengan dirinya.

“Anak pertama, biru sebelah kanannya, sebelahnya lagi coklat. Yang nomor dua juga ada sedikit, tidak terlalu kentara. Yang nomor tiga, laki-laki biru keduanya. Yang nomor empat dan lima tidak ada biru, yang nomor 6 ibuk sendiri satu coklat dan satu lagi biru,” ujarnya sambil berkisah anggota keluarganya yang memiliki bola mata berwarna.

Berdasarkan cerita yang ia dapatkam dari orang tuanya dahulu, jika pernah dilakukan pemeriksaan darah terhadap anggota keluarganya di kota medan, namun tidak ada permasalahan dengan matanya itu. keterangan dokter, mata berwarna itu karen dikatakan itu sebagai waandenburg sindrome.

Waandenburg sindrome, merupakan kelainan genetik langka yang bisa mempengaruhi warna kulit, rambut, mata, dan bentuk wajah.

“Bagi kami, itu hanya mata dan rambut. Itu anak laki-laki ibuk, matanya coklat dan rambutnya putih sejak SMP. Ada juga karena sindrome ini yang tuli dan lainnya kan, tapi kami hanya pada rambut,” ujarnya.

Baginya, keluhan memiliki mata berwarna biru hanya pada saat melihat matahari. Dimana, matanya tidak sanggup saat melihat cahaya matahari dalam durasi yang lama.

“Kalau kita melihat matahari, spontan saja air mata ini keluar, tapi nggak sakit,” ucapnya.

Sebaliknya, saat malam hari, ia rasakan matanya sangat jelas dan lebih terang dibandingkan siang hari.

Meski memiliki warna mata dengan kebanyakan orang, namun ia sangat senang dengan warna matanya itu. Baginya, mata biru saat ini menjadi sebuah kebanggan tersendiri.

“Kalau dulu malu, disebut mata kucing, tapi sekarang tidak. Orang ingin berwarna matanya dengan pakai softlens, tapi kami tidak,” ungkap wanita yang juga seorang guru SD di Kenagarian Sungai Patai Kecamatan Sungayang ini sambil berseloroh.(eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top