Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Langgar Perda AKB, Puluhan Orang Disanksi Bersihkan Taman Pagaruyung

Dibaca : 604

Tanah Datar, Prokabar – Puluhan orang terjaring razia penegakan peraturan daerah nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang digelar tim gabungan Provinsi Sumatera Barat dan Tanah Datar, Jumat (6/11).

Bertempat di depan kantor Bupati Tanah Datar, para pelanggar yang terjaring razia pada umumnya tidak memakai masker saat beraktiftas diluar rumah.

Padahal guna mencegah penyebaran Covid 19, pemerintah dan pihak terkait lainnya telah berulang kali memerikan imbauan kepada masyarakat tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

Seluruh pelanggar yang terjaring razia kemudian didata dan diberikan teguran serta sanksi berupa denda dan kerja sosial membersihkan Taman Pagaruyung. Pada umumnya, para pelanggar lebih memilih untuk menerima sanksi membersihkan fasilitas umum.

Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumatera Barat, Imelwati mengatakan sasaran dari penerapan Perda AKB ini adalah pelanggaran yang dilakukan perorangan, dan pelaku kegiatan atau usaha.

“Hari ini kita melakukan penegakan perda di Tanah Datar, kegiatan telah berlangsung sejak siang hari dan akan berlanjut pada malam harinya. Bagi masyarakat yang melanggar kita berikan teguran, perseorangan teguran lisan, tertulis denda atau sangsi sosial. Begitu juga dengan pelaku kegiatan atau usaha, tegurannya secara bertingkat dan sampai kepada penutupan tempat usaha jika masih ditemukan melanggar,” ujarnya saat ditemui disela sela razia yang digelar.

Ia melanjutkan, penegakan perda ini dilakukan mengingat perkembangan penyebaran Covid 19 yang cendrung meningkat, meski tingkat kesembuhan tergolong cukup tinggi. Begitu juga dengan Kabupaten Tanah Datar menurutnya, angka penyeberan Covid 19 berkisar diangka 400 orang lebih, namun angka kesembuhan juga tergolong cukup tinggi.

“Hari ini di Sumatera Barat saja telah mencapai 15 ribu orang, dengan angka kesembuhan hampir mencapai 12 ribu orang. Untuk itu perlu diberikan edukasi ke masyarakat dan penekanan disiplin protokol kesehatan sesuai dengan perda nomr 6 tahun 2020,” katanya.

Harapannya, melalui penegakan disiplin protokol kesehatan dapat menekan angka penyebaran covid 19 di Sumatera Barat. Sampai saat ini, sejak penegakan perda AKB dilakukan lebih dari 7.900 orang telah diberikan sanksi, baik berupa teguran tertulis, denda maupun sanksi sosial.

“Melalui aplikasi yang kita punya itu lebih dari 7.900 orang telah kita tindak dan diberikan sanksi, baik bagi perseorangan maupun pelaku kegiatan atau usaha,” ujarnya.

Imelwati tak menampik, rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan tak lain karena ketidakpercayaan terhadap virus tersebut, dan menganggap Covid 19 sebuah kebohongan.

“Kendala penerapan protokol kesehatan ya itu, masyarakat itu masih menganggap ini hanya bohong. Padahal Covid 19 itu nyata,” tutupnya. (vina)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top