Lakukan ini, Agar Hewan Ternak Terhindar dari Penyakit Membahayakan

Penulis -

Rabu, 23 Januari 2019 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Potensi penularan penyakit pada hewan ternak berupa ayam, sapi dan kambing akan sangat tinggi bila kebiasaan melepas ternak secara liar masih sulit dihilangkan.

Agar kekuatiran itu bisa diminimalisir, sehingga kapada masyarakat pemilik ternak, diminta untuk tidak lagi melepas ternaknya secara liar.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Hazrita kepada wartawan Rabu (23/1).

“Walau sejak beberapa tahun terakhir di Pessel tidak lagi ditemui kasus penyakit sapi ngorok atau sapi gila, tapi kecendrongan masyarakat peternak melakukan pemeliharaan sapi dengan cara dilepas atau liar, membuat potensi penularan masih tetap tinggi,” ujarnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ia menjelaskan, bahwa membebaskan ternak seperti sapi dan kambing secara bebas berkeliaran, akan membuka peluang berkembangnya berbagai penyakit menular.

Dikatakannya, dari beberapa jenis hewan ternak yang dipelihara masyarakat, kerbau tergolong ternak yang paling rentan atau rawan terserang penyakit ngorok.

Karena rentan, sehingga pihaknya menghimbau kepada masyarakat supaya jangan membiarkan kerbau lepas begitu saja di alam terbuka.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ia menambahkan, berdasarkan pantauan petugas dilapangan, di Pessel masih terdapat beberapa kecamatan yang warganya masih membiarkan kerbau berkeliaran bebas begitu saja. Beberapa kecamatan itu diantaranya, Basa IV Balai Tapan, Pancuang Soal, Lengayang, dan Kecamatan Sutera.

“Di Kecamatan Sutera, ternak kerbau yang lepas, berada di kawasan Unjung Air dan Ampiang Parak. Selain rawan terkena penyakit menular yang mematikan, di sekitar kawasan itu juga sering terjadi kecelakaan lalulintas. Sebab kerbau yang berkeliaran bebas itu, sering melintas di jalan raya,” ujarnya lagi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sedangkan untuk jenis ternak sapi, hampir berkeliaran diseluruh kecamatan. Bahkan tempat berkeliaranya bukan saja pada lahan sawah yang siap panen, tapi juga di jalanan, pasar-pasar tradisional, bahkan juga ada yang sampai masuk pekarangan kantor pemerintahan.

“Agar ternak-ternak ini terhindar dari penyakit menular, sehingga  kepada warga terutama pemilik ternak untuk tidak lagi membiarkan hewan piaraanya berkeliaran bebas,” tutupnya.(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB