Daerah

Lagi, Sampah Memenuhi Dunia Maya Pasaman

Dibaca : 100

Pasaman, Prokabar – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pasaman akhirnya dilampu kuning Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS. Sebab, banyak persoalan sampah mencuat ke media sosial, namun sang kepala dinas dinilai lambat responnya. Seperti tidak mau tau saja. Begitu penilaian warga yang melayang di dunia maya.

Salah satu yang membuat dinas ini dilampu kuning adalah persoalan sampah pasar yang tidak segera diangkut ke TPA. Seperti yang terjadi di Pasar Inpres Kumpulan, Kecamatan Bonjol. Keadaan ini sudah berlarut-larut.

Tidak satu dua complain warga akibat bau yang menyengat dan kondisi yang teramat mencekam atas tumpukan sampah yang berdekatan dengan rumah ibadah.

Teguran yang dilayangkan Wakil Bupati Sabar ini terjadi pada postingan Arif Adliyusra, di salah satu grup facebook. Postingan itu menunjukan lokasi sampak yang bertumpuk yang kemudian dikomentari orang nomor dua di Pasaman itu.

Sabar memerintahkan Kepala DLH, Rosben Aguswar untuk cepat tanggap membersihkan gunungan sampah di area pasar tersebut. “Terimakasih infonya. Tolong diperhatikan pak Rosben Aguswar (Kadis LHPRKP),” tulis Sabar.

Wabup Sabar tidak menginginkan persoalan sampah ini dibiarkan terus berlarut. Maunya dia, sampah pasar yang menjadi kewenangan Dinas LHPRKP langsung diangkut ke tempat pembuangan awal (TPA) alias tidak dibiarkan berlama-lama menumpuk.

“Bisa menjadi sumber penyakit nanti bagi warga sekitar. Itu harus segera dibersihkan dan diangkut ke TPA,” ujarnya.

Menerima perintah tersebut, Kepala Dinas LHPRKP Kabupaten Pasaman Rosben Aguswar turun langsung ke lokasi pasar. Didampingi Kabid Kebersihan Yusrizal, ia mendapati kondisi kontainer sampah yang disiagakan di pasar itu masih belum terisi penuh.

“Saya sudah cek ke lapangan, kontainer baru separuh isi dan isi plastik dan belum dipadatkan,” katanya.

Ia menegaskan, bahwa sampah di luar kontainer miliknya bukan lagi menjadi kewenangan dinas yang dia pimpin, melainkan oleh Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perdaginnaker) yang juga menaungi pasar.

“Sampah di luar adalah tanggung jawab petugas pasar. Saya sudah tegaskan dengan Kadis Perindagnaker dan Kepala UPT Pasar Kumpulan agar sampah diisikan ke kontainer sehingga tidak ada sampah yang berserakan di tapak kontainer, kalau sampah penuh langsung kita angkat, tinggal telepon aja Kabid Kebersihan,” kata Rusben.

Pantauan Prokabar.com, hal yang dielakan Rusben tidak sepenuhnya sesuai keadaan. Ini bukan pertama kali keluhan terjadi. Melubernya sampah ke luar kontainer penampung sampah lantaran proses pengangkutan sampah tidak terjadwal dengan baik. Ditambah kurangnya fasilitas bak penampung. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top