Agam, Prokabar — Bencana tanah longsor kembali melanda sejumlah daerah di Kabupaten Agam. Longsor pertama terjadi di jalan raya Bukittinggi-Medan, Simpang Patai, Jorong Sipisang, Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuh. Senin malam (3/12).
Menurut Kalak BPBD Agam, Muhammad Lutfi melalui Lukman, anggota BPBD Kabupaten Agam menyebutkan, kejadian sekitar pukul 00.10 WI itu mengakibatkan material longsor dan menutupi badan jalan sepanjang 10 meter dengan ketinggian 10 meter.
” Jalan tersebut sempat terputus dan tidak bisa dilewati kendaraan,” ungkapnya.
BPBD Kabupaten Agam langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan dan Nagari setempat. Untuk sementara dilakukan upaya bersama masyarakat, melakukan pembersihan dengan bergotong royong.
BPBD Agam juga sudah berkoordinasi dengan PUTR Provinsi Sumbar, untuk melakukan pembersihan. Jalan raya itu sudah bisa dilewati pada pukul 01.30 WIB.
Longsor juga terjadi di Tebing Sekolah SD Negeri 15 Kapalo Koto Nagari, Kecamatan Sungai Pua. Kejadian pada Senin dini hari bekisar pukul 02.00 WIB itu, mengenai dapur rumah warga. “Beruntung kejadian itu tidak ada korban jiwa,” tuturnya.
Sementara itu, di perbatasan Padang Hijau dengan Batang Palupuah, Jorong PGRM, Nagari Gaduik, Kecamatan Tilatang Kamang, juga terjadi longsor, Senin subuh (3/12).
Longsor pada pukul 05.00 WIB itu menimbun badan jalan. Material longsor berupa tanah dan pohon tumbang. Sehingga jalan tidak bisa dilewati kendaraan.
“Material longsor menutupi sebagian ruas jalan sepanjang 5 meter dengan ketinggian 2 meter,” ungkapnya lagi.
Dalam hal tersebut BPBD Kabupaten Agam juga telah berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan, Nagari dan Masyarakat untuk melakukan pembersihan material pohon tumbang.
Setelah pembersihan material pohon tumbang dilakukan, jalan sudah bisa dilewati kendaraan dengan sistem buka tutup. “Untuk penanganan material longsor BPBD Kabupaten Agam sudah berkoordinasi dengan Balai Badan Nasional,” pungkasnya. (rud)
















