Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Labor FK Unand Akan Periksa 5.000 Sampel Covid Perhari

Dibaca : 141

Padang, Prokabar — Laboratorium Biomedik, Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas akan menambah kapasitas pemeriksaan sampel covid hingga 5.000 setiap harinya.

Dalam pekan ini akan dimulai pemeriksaan 5.000 sampel covid setiap harinya yang sebelumnya hanya sekitar 2.500 – 3.000 sampel,” ungkap Kepala Laboratorium Biomedik, Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Andani Eka Putra, MSc dilansir dari Humas Unand, Senin (14/9).

Ia mengatakan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga akan membantu mesin ekstraksi dan menambah Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan sampel di labor FK Universitas Andalas.

“Saya dihubungi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, salah satu masalah nasional saat ini adalah sampel menumpuk dan Universitas Andalas diminta membantu dan dikirim 1.500 sampel untuk diperiksa,” ujarnya saat menghadiri Dies Natalis Universitas Andalas yang ke 64 di Gedung Convention Hall Kampus Unand Limau Manis Padang pada Senin (14/9).

Dalam rangka menunjang pemeriksaan tersebut BNPB berkomitmen menambah semua fasilitas yang ada di laboratorium mulai dari mesin ekstraksi jadi empat dan mesin PCR dua lagi.

Adapun, jumlah akumulasi kasus Covid-19 di Sumatra Barat (Sumbar) sudah mencapai 3.386 orang, terhitung Minggu (13/9/2020) sore dengan pemeriksaan swab sebanyak 126.235 spesimen dari dua labor yang ada.

Lebih lanjut, Dr. Andani mengungkapkan untuk tenaga labor juga akan ditambah 10 orang dari 70 menjadi 80 orang sehingga maksimal paling lama tiga hari hasil keluar mengingat kecepatan mendeteksi akan bagus untuk pencegahan.

Menurutnya, jika ada temuan kasus banyak tidak perlu khawatir karena merupakan upaya untuk memutus mata rantai penyebaran.

“Saat ini angka positif rate COVID-19 di Sumbar mengalami kenaikan dari sebelumnya di bawah satu persen menjadi dua hingga tiga persen,” ujarnya.

Terkait dengan upaya menekan penularan di Sumbar, ia menilai lebih efektif dilakukan pembatasan seperti pelarangan ke luar provinsi, melarang pesta pernikahan yang melibatkan orang banyak. (*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top