Padang, Prokabar – Animo masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) untuk menunaikan ibadah haji tahun 1446 H/2025 M tampak sangat tinggi. Meskipun proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap II masih berlangsung hingga 17 April mendatang, kuota jemaah haji provinsi ini dilaporkan telah terpenuhi, bahkan melebihi target.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Barat, H. Mahyudin, mengungkapkan bahwa hingga Selasa (15/4/2025), tercatat sudah 4.782 orang calon jemaah haji yang melakukan pelunasan Bipih. Angka ini setara dengan 104,31 persen dari total kuota haji Sumbar tahun ini.
“Kuota haji Sumbar untuk tahun 2025 berjumlah 4.613 orang, dengan rincian 4.569 jemaah reguler, 36 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 8 Pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU),” jelas Mahyudin di Padang.
Ia menambahkan, capaian pelunasan yang melebihi 100 persen ini sudah termasuk calon jemaah haji dalam kuota cadangan, yang jumlahnya mencapai 1.384 orang.
“Sejak dibuka pelunasan tahap I bulan Februari lalu dan dilanjutkan tahap II yang ditutup 17 April mendatang, kuota haji Sumbar sudah terpenuhi, bahkan mencapai angka 104 persen lebih. Ini menunjukkan animo masyarakat untuk berhaji sangat tinggi,” ujar Mahyudin.
Mekanisme Jemaah Cadangan
Menurut Kakanwil, pelibatan jemaah cadangan dalam proses pelunasan merupakan strategi Kemenag untuk mengantisipasi adanya kursi kosong (seat vacancy) jika ada calon jemaah haji reguler yang batal berangkat karena berbagai alasan, seperti sakit atau kendala lainnya.
“Jemaah haji cadangan ini sebetulnya adalah jemaah yang diproyeksikan berangkat di tahun berikutnya. Hal ini dilakukan sebagai upaya antisipasi agar tidak ada kursi kosong,” sebut Mahyudin.
Namun, ia menegaskan bahwa meskipun jemaah cadangan telah melunasi Bipih, mereka sudah menandatangani surat pernyataan di atas meterai sebelum pelunasan. Isinya menyatakan kesiapan untuk diberangkatkan tahun ini jika ada kuota kosong, sekaligus kesiapan untuk tidak berangkat tahun ini jika kuota utama sudah penuh.
“Di satu sisi, kita bersyukur karena animo jemaah untuk melakukan pelunasan luar biasa. Meskipun sudah 104 persen yang melunasi Bipih, nantinya yang akan diberangkatkan tentu tetap 100 persen sesuai kuota saja,” tegasnya.
Kriteria Pelunasan Tahap II
Mahyudin juga merinci kriteria jemaah yang berhak melakukan pelunasan pada tahap II yang masih dibuka ini. Kriteria tersebut meliputi:
- Jemaah haji reguler yang mengalami kegagalan sistem saat pelunasan tahap I.
- Jemaah haji reguler pendamping bagi jemaah lanjut usia (lansia).
- Jemaah haji reguler yang mengajukan penggabungan mahram atau keluarga yang terpisah.
- Jemaah haji reguler pendamping bagi penyandang disabilitas.
- Jemaah haji reguler yang masuk dalam kuota cadangan.
Keberangkatan dari Asrama Haji Tabing
Terkait teknis keberangkatan, Kakanwil Mahyudin memastikan bahwa seluruh jemaah calon haji Embarkasi Padang akan diberangkatkan melalui Asrama Haji Tabing, Kota Padang.
“Untuk kepulangan jemaah, saat ini masih dalam tahap diskusi oleh pihak Kemenag,” tambahnya.
Penggunaan Asrama Haji Tabing dilakukan karena Asrama Haji Padang Pariaman yang baru masih dalam tahap pembangunan dan penyempurnaan. “Saat ini kapasitas asrama (Padang Pariaman) baru bisa menampung sekitar 280 jemaah dari kebutuhan lebih dari 420 orang per kloter, sehingga belum dapat difungsikan sepenuhnya untuk keberangkatan tahun ini,” pungkas Mahyudin. (*/pk)
















