Pasaman, Prokabar – Bupati Pasaman, Welly Suhery kunjungi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 12 Koto Kaciak, Nagari Koto Kaciak Barat, Kecamatan Bonjol yang menjalani Proses Belajar Mengajar (PBM) di dalam tenda darurat, Senin (19/1).
Kedatangan Bupati Welly bersama Kadis Pendidikan, Muslim beserta rombongan disambut hangat oleh seluruh siswa dan para majelis guru.
Sebelumnya, sekolah yang ditempati puluhan siswa tersebut diterjang longsor akibat pergerakan tanah dari atas bukit. Akibat kejadian tersebut, sekolah yang selama ini mereka tempati terpaksa dikosongkan karena masih berpotensi membahayakan keselamatan para pelajar dan guru.
Selain meninjau keadaan para siswa, Bupati Welly juga menyerahkan bantuan paket perlengkapan sekolah serta dua unit tenda belajar yang dimanfaatkan untuk ruang kelas darurat.
Di sela-sela kunjungan, Bupati mengatakan, kehadiran pemerintah di lokasi bencana merupakan bentuk tanggung jawab negara untuk memastikan hak dasar anak, khususnya pendidikan, tetap terpenuhi meski dalam situasi darurat.
Ia mengakui, kondisi ini ditangani secara serius, meskipun solusi yang diambil masih bersifat sementara, kebutuhan pendidikan anak-anak harus tetap berjalan.
“Ini adalah langkah darurat sambil menunggu kajian teknis lanjutan serta rencana relokasi permanen sekolah yang saat ini tengah diproses dalam dokumen rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” ungkapnya.
Ia berpesan kepada seluruh siswa untuk terus semangat belajar dalam kondisi apapun untuk meraih cita-cita yang tinggi.
“Kepada anak-anakku semua, tetaplah semangat belajar. Keterbatasan tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih cita-cita. Teruslah menuntut ilmu,” pesan Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Muslim, menegaskan, sudah menjadi komitmen pemerintah daerah dalam pemulihan pendidikan pasca bencana ini.
“Keselamatan dan keberlanjutan pendidikan menjadi prioritas utama. Penyediaan tenda belajar dan perlengkapan sekolah ini adalah langkah awal agar Standar Pelayanan Minimal pendidikan tetap terpenuhi,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses relokasi permanen sekolah telah dimulai, meskipun membutuhkan anggaran yang besar serta kajian teknis yang matang agar benar-benar aman dan berkelanjutan. (RH)
















