Trending | News | Daerah | Covid-19

Wisata

Kunjungan Wisatawan Turun, Ini Kata BPS Sumbar

Dibaca : 744

Padang, Prokabar – Selama Mei 2018, jumlah kunjungan wisatawan ke Sumbar mengalami penurunan sebesar 30,12 persen bulan sebelumnya.

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, pada Mei 2018 kunjungan wisatawan mencapai 2.995 orang, sementara April tercatat sebanyak 4.286 orang.

“Salah satu penyebab turunnya kunjungan karena pada Mei bertepatan dengan Ramadhan dan kecenderungan wisatawan memilih tidak berwisata karena pengunjung didominasi oleh pelancong asal Malaysia yang mayoritas muslim,” kata Kepala BPS Sumbar Sukardi, Rabu (4/7).

Ia menyebutkan pada Mei 2018 jumlah wisatawan Malaysia yang datang ke Sumbar sebanyak 1.954 orang, Australia 275 orang, Singapura 185 orang, Amerika Serikat 80 orang, Perancis 45 orang, Inggris 31 orang, Jepang 30 orang, Jerman 26 orang, India 18 orang, Belanda 15 orang dan lainnya 305 orang.

“Kunjungan wisatawan asing pada Mei 2018 memberikan kontribusi sebesar 0,25 persen terhadap total wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 1.200.815 orang.

Ia memastikan jumlah yang terdata tersebut adalah mereka yang masuk melalui imigrasi di Bandara Internasional Minangkabau, jika sebelumnya dari Jakarta atau Medan maka akan di data di bandara kedatangan.

Sementara Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Sumatera Barat menyarankan pemerintah provinsi meniru cara-cara yang dilakukan oleh Malaysia dalam menggaet wisatawan sehingga kunjungan turis ke Sumbar bisa terus naik.

“Saat ini ada dua kali penerbangan langsung dari Padang ke Kuala Lumpur, ini merupakan potensi yang bisa lebih dioptimalkan untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan asal Malaysia,” kata Ketua Asita Sumbar Ian Hanafiah.

Menurutnya salah satu strategi yang bisa diterapkan adalah menyediakan semua kebutuhan wisatawan dan memberikan pelayanan terbaik.

“Malaysia menyediakan wisata yang lengkap mulai dari tujuan yang beragam, makanan enak dan halal, tempat berobat yang nyaman hingga tempat belanja yang menarik,” kata dia.

Ia mengakui biro perjalanan yang ada di Sumbar jauh lebih nyaman membawa warga Sumbar ke Malaysia ketimbang membawa orang Malaysia ke Sumbar.

Kalau membawa orang Sumbar ke Malaysia sesudah kunjungan tidak ada masalah, tapi membawa orang Malaysia ke sini kami khawatir banyak keluhan mulai dari infrastruktur hingga toilet, ujarnya.

Selain itu harga penginapan di Malaysia juga lebih murah bayangkan saja paket tahun baru tiga hari dua malam bisa dapat Rp1,7 juta untuk hotel bintang tiga, sedangkan di Bukittinggi untuk hotel saja satu malam sudah Rp2,5 juta.

Ia menggarisbawahi kalau Sumbar ingin lebih banyak dikunjungi wisatawan asing maka benahi infrastruktur dan pahami kebutuhannya. (*/mbb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top