Tanah Datar, Prokabar- Polres Tanah Datar resmi merilis kasus pembunuhan terhadap siswi MTSN 2 Tanah Datar yang jasadnya ditemukan di dalam karung beberapa waktu lalu.
Pelaku pembunuhan sebanyak dua orang, inisial N dan B. Dari keterangan sementara, peran mereka berbeda beda.
N merupakan pelaku utama yang membunuh korban dengan cara mencekik leher korban. Sedangkan, pelaku B berperan sebagai penjemput korban ke lapangan cindua mato, Batusangkar dan mencari karung untuk membuang korban.
” Kronologi kejadian berawal pada selasa pukul 20.00 WIB. Tersangka B dan N itu memulai percakapan untuk menjemput korban. Kemudian pada pukul 21.00, tersangka B membawa korban ke lapangan cindua mato,” ucap Kapolres Tanah Datar AKBP Simon Yana Putra, Kamis (27/02/2025).
Usai dijemput lanjut Kapolres, korban dan dua pelaku bertemu di lapangan cindua mato hingga terjadi perampasan handphone milik korban oleh pelaku N di lokasi itu.
” Hp korban ini dibawa pelaku N ke arah TKP pembunuhan yang ada di sebuah sekolah taman kanak kanak di kecamatan Salimpaung,” lanjutnya.
Sedangkan motif pembunuhan anak pertama dari tiga bersaudara itu dikatakan karena adanya faktor sakit hati tersangka kepada korban.
” Pengakuan Pelaku N, waktu sebelumnya ia pernah dihubungi korban, dan disana korban mencaci maki yang bersangkutan,” sebut Kapolres .
Meski demikian, pengakuan pelaku N ini nantinya akan turut dibuktikan dengan hasil percakapan lewat handphone korban dan pelaku. Kedua handphone itu ditinggalkan pelaku N di Langsa, Aceh.
Polres Tanah Datar terus mendalami keterangan pelaku untuk mengungkap kasus kematian Cinta Novita Sari.
Keterangan Bohong Pelaku
Sesampai di Mapolres Tanah Datar pada Rabu (26/02/2025), pelaku sempat dintrogasi singkat oleh polisi. Dalam introgasi tersebut pelaku menyangkal telah melakukan pemerkosaan.
Namun, kebohongan pelaku ini terbantahkan setelah petugas menyampaikan hasil autopsi adanya sperma di rahim korban. Pelaku pun akhirnya mengakui dan menjawab telah menyetubuhi korban setelah meninggal dunia.
Kebohongan lainnya yaitu, pelaku N kepada petugas menyampaikan jika handphone korban dibuang tak jauh dari lokasi pembuangan jasad.
” Saya buang sebelum lokasi pak, saya lupa tempatnya, karena motor saya tidak ada lampu,” ucap pelaku N saat itu.
Namun, keterangan ini lagi lagi berbohong. Hanphone korban dan pelaku ternyata ditinggalkan pelaku N di Langsa, Aceh.
” Untuk handphonenya sudah dalam perjalanan dari Langsa ke Tanah Datar. Sudah kita paketkan,” tutup Kapolres saat jumpa pers. (eym)
















