Daerah

Kreatif, Rutan Klas II B Maninjau Latih Napi Jadi Wirausaha

Maninjau, Prokabar – Meski hanya Rumah Tahanan atau Rutan Klas II B Maninjau namun mampu memberdayakan warga binaannya menjadi Wirausaha. Ide kreatif tersebut baru berlangsung 2 lalu. Berhasil menyewa sebuah rumah di sekitar Rutan, untuk dijadikan kedai 99. Beberapa napi yang memiliki keahlian memasak, langsung menjadi koki dan melatih rekan-rekan lainnya untuk bisa menjadi juru masak.

“Karena kita ini hanya cabang Rutan, tidak ada biaya pembinaan jadi kita harus kratif dan berinovasi melakukan terobosan,” tutur Kepala Cabang Rutan Klas II B Maninjau, Iswandi kepada Prokabar.com di Jalan Muaro Pisang, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Senin siang (19/8).

Ia melanjutkan untuk memenuhi kebutuhan bahan dasar, cukup membeli barang-barang bekas seperti kertas koa dan barang bekas lainnya. Melalui lem disertai keterampilan itu, mampu menjadi kerajinan tangan yang menghasilkan pendapatan. “Kerajinan tangan tersebut bahkan memiliki nilai ekonomis. Sering dibeli pengunjung yang diletakan di kedai 99 yang telah kita kelola sendiri,” terangnya.

Kegiatan tersebut dimulai setiap pukul sembilan pagi dan berakhir jam sebelas siang. Usai kegiatan tersebut dilanjutkan tausiah Agama Islam di Mushalla hingga sholat Zuhur dilaksanakan. “Aktivitas tersebut rutin dilakukan setiap hari,” kata Iswandi.

Program Keagamaan, salah satu prioritas dalam pendidikan karakter warga binaan. “Kita berharap mereka yang telah dibina di Rutan ini, benar-benar mendapat pemahaman keagamaan yang kuat dalam dirinya. Sehingga menjadi orang taat beribadah dan bertakwa kepada Allah SWT,” ungkap Kepala Cabang Rutan Klas II B Maninjau tersebut. Bahkan bercita-cita menjadikan Rutan ini seperti sebuah pesantren.

Khusus untuk warga binaan yang akan bebas menjelang satu bulan, akan mendapat pembinaan berupa bekerja di kedai 99, yang dikelola Rutan II B Maninjau, yang terletak di sebelah Rutan. “Kita Berharap mereka yang telah menjalani hukuman tersebut, diterpa dan dibina mentalintasnya, diisi keterampilan positif dan bahkan mampu membuka peluang usaha sendiri, setelah bebas dari Rutan Klas II B Maninjau,” harapnya.

Saat ini, jumlah warga binaan Rutan Klas II B Maninjau berjumlah 27 orang. Ditambah 3 orang yang sedang berjualan di kedai 99. “Jumlah kapasitas Rutan sebanyak 35 orang. Kita akan upayakan membatasi jumlah berlebihan, sehingga pembinaan semakin maksimal,” jelasnya.

Sementara itu, Abdi Putra (27), salah seorang warga binaan Rutan tersebut mengatakan telah mendapat pelatihan keterampilan sejak masuk penjara. “Saya sangat senang karena mendapat pembinaan yang baik. Kami diajarkan membuat sebuah keterampilan dan bahkan menghasilkan uang dengan ini,” terangnya.

Bila beruntung, ada saja pembeli kerajinan tersebut senilai Rp 500 ribu hingga Rp700 ribu. “Kami berharap hasil kerajinan ini terus berkembang dan ditingkatkan pemasarannya,” pungkas Abdi. (Rud)

Berani Komen Itu Baik

Loading...
To Top