Kreatif, Babinkamtibmas Ini Bangun Destinasi Wisata Kelok Manis

Penulis -

Jumat, 31 Mei 2019 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjung Raya, Prokabar —  Ditengah giat-giatnya pemerintah daerah membangun destinasi wisata baru, sebagai upaya peralihan perekonomian masyarakat di Selingkar Danau Maninjau, salah seorang Babinkamtipmas Polsek Tanjung Raya melakukan terobosan dan ide kreatif. Bripka Purwanto, membangun objek wisata baru bernama Taman Kelok Manis. Sebuah lokasi bertepatan dekan dengan Objek wisata Muko-muko, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

“Ide ini saya dapatkan setelah usaha berladang, menanam Cabe, terong dan Timun gagal saya tanam di lokasi perbukittan ini. Padahal sudah saya sewa selama 10 tahun dari pemilik lahan. Setelah banyak melihat dan mengembangkan potensi, di sini sangat indah dan tepat dijadikan objek wisata baru,” papar Bripka Purwanto, Jumat.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Sebelumnya, lanjutnya, hasil ladang yang ditanami selalu gagal akibat banyaknya hama kera, beruk dan sinpai. “Tanaman saya selalu habis, meski sudah dilakukan pengawasan. Maklum sebagai manusia, pengawasan pasti terbatas. Apalagi sebelumnya saya bertugas di Padang Panjang,” tuturnya.

Enam bulan lalu, Bripka Purwanto merupakan anggota Brimob yang bertugas di Padangpanjang. Setelah mendapat amanah, akhirnya ia berhasil dipindahtugaskan ke Polres Kabupaten Agam berlanjut ke Polsek Tanjung Raya, hingga menjadi seorang Babinkamtipmas di Nagari Koto Malintang. Ia bersama istri dan anak-anaknya, menempati sebuah rumah dengan usaha Rumah Makan Mak Uniang. Menempati Tanah milik Perusahaan PT. PLN Persero.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Lokasi ini masih dalam proses pembuatan. Meski belum tuntas ditata, taman ini sudah bisa dikunjungi dan dinikmati pengunjung. Taman dan hiasanya dibangun dengan menggunakan barang-barang bekas saja, yang telah dipercantik dengan kemasan menarik,” katanya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selain Taman Bungai ini, kita juga merancang sebuah Rumah Makan Baselo di tepi danau lanjutnya. Berada tepat di seberang jalan taman ini. “Di sini kita sudah membuat Keramba Tancap, yakni keramba yang ikan liar dari Danau Maninjau, diperangkap sehingga tidak bias lagi kelua. Selain bisa rekreasi menebur makanan, pengunjung nantinya dapat menikmati suasana alam Danau Maninjau,” pungkas Bripka Purwanto. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB