Sungai Batang, Prokabar — Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) Tanjung Raya salah satu organisasi kepemudaan yang baru menggeliat dalam bidang sosial, pemberdayaan dan wisata religius. Meski terbilang baru, akan tetapi komunitas ini sudah melaksanakan sejumlah aksi membanggakan untuk masyarakat.
Sejak lahir 13 Juli 2019 lalu, berbagai kegiatan edukasi telah berhasil dilaksanakan Seperti Kemah Bakti Pramuka Penegak Pramuka, Festival Rinyuak dan Pendidikan Surau. Sementara itu, aksi sosial gotong royong dan silahturahmi juga sering dilaksanakan. Seperti goro di Museum, Jenjang Batu Karak, Kutub Chanah dan Makam ulama, goro di sepanjang jalan di Ikua Ladang hingga Taluak dan Berbuka bersama masyarakat di tiap surau, mushalla dan masjid. Kegiatan hari besar Islam dan Hut RI juga terlaksana sukses.
Sekelompok pemuda dengan visi dan misi Mengangkat Marwah Buya Hamka ini juga sangat inten membantu pengelolaan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam.
Setelah bergerak hampir 2 tahun ini, komunitas binaan Camat Tanjung Raya ini masih memiliki banyak kelemahan. Terutama peningkatan sumber daya manusia dari segala aspek kehidupan.
Melalui Drs. Zainal, seorang pemerhati kepemudaan, melirik pergerakan KPGH Tanjung Raya tersebut. Hingga akhirnya mampu menggandeng sejumlah Tim Akademisi Unand, berencana membantunya dalam pendampingan dan pembinaan. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas, menjadikanya mitra yang sedang berkembang.
“Program yang kami rencanakan membantu mitra KPGH untuk tumbuh kembang dengan usaha pemandu wisata di Destinasi Wisata Reliqius Buya Hamka,” Ungkap Prof. Dr. Ir. Yulnafatmawita, saat melakukan surve pertama ke Nagari Sungai, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu (19/12).
Profesor dibidang pertanahan itu bersama tim, Dr. Armansyah dan Ir. Refdinal. Dibantu oleh Alumni dan Mahasiswa Zainal A. Haris, SAg, MSi, Ismi Putri Alfin, STP dan
Afdarul Ikhwan, SP. Tema Kegiatan
yakni pembimbingan anggota KPGH sebagai pemandu wisata religius dan penyedia kuliner dan souvenir khas Danau Maninjau.
“Permasalahannya saat ini adalah mitra merasakan kurangnya pembinaan dan pemberdayaan dari pemerintah dalam menjalankan usaha Pemandu Wisata selain dari Pemerintah Kecamatan. Kunjungan wisatawan menurun drastis akibat banyak aspek. Hal ini sangat terasa penurunannya semenjak awal tahun 2020, karena adanya pandemic Covid-19,” ujarnya.
Pengembangan industri kuliner atau souvenir khas Danau Maninjau sangat minim. Sangat disayangkan sekali kalau selama ini wisatawan hanya berkunjung ke museum yang juga sangat minim isinya, kemudian kembali tanpa mencicipi kuliner dan juga souvenir khas di Kampung Buya Hamka.
Solusi yang Direncanakan dilakukan melalui beberapa tahap, diantaranya melengkapi dan memperkuat keorganisasian dari KPGH. Berupa pelatihan pemandu wisata religius, pembuatan website wisata Hamka, peningkatan volume karya Buya Hamka, pengembangan kuliner halal dan penyediaan souvenir khas Hamka.
“Sementara itu, tujuannya memberikan pembimbingan dan pendampingan pada KPGH sebagai pemberi jasa dan mengembangkan industri kuliner dan souvenir. Dampak manfaat untuk pengembangan destinasi wisata Hamka dan peningkatan income masyarakat,” Jelas Prof. Dr. Ir. Yulnafatmawita.
Camat Tanjung Raya, Handria Asmi didampingi Walinagari Sungai Batang, Jhon Hendri dan Kepala Wilayah Batung Panjang, F. Datuak Mangkuto Nan Basa menyambut baik atas kehadiran dan kemitraan tersebut. “Kami sangat senang dan berbahagia niat baik Universitas Andalah, untuk membantu KPGH Tanjung Raya dalam pendampingan dan pembinaan. Apalagi waktu yang akan diabdikan mencapai 3 tahun hingga 5 tahun kedepannya,” terang Camat Tanjung Raya.
Akan banyak dampak positif terhadap pembinaan dan pendampingan berkelanjutan ini, lanjut Handria. “Dan kita tentu berharap, melalui dukungan LPPM Unand akan mendorong percepatan SDM dan kesejahteran masyarakat nantinya,” pungkasnya. (rud)
















