Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Koto Gadang VI Koto Tanjung Raya, Tumbuh Suburnya Raflesia Arnoldi

Dibaca : 408

Maninjau, Prokabar — Penelusuran menggali potensi alam Nagari Koto Gadang VI Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam kembali berlanjut setelah menjelajahi Rimbo Sungai Jauih beberapa minggu lalu. Kali ini berlanjut ke Rimbo Ladang Parantian, Kamis, (15/7). Dan ternyata lokasi ini lebih banyak temuan knop beserta Raflesia Arnoldi.

Walijorong Ateh, Gusdiori menyebutkan menuju rute tersebut melalui Sumbila, Ladang Teleng, Ladang Gadang hingga sampai ke Ladang Parantian. “Kami sangat berharap potensi alam kami ini bisa dikembangkan. Dan mengajak seluruh pemuda dapat bahu membahu mengembangkan potensi ini dengan baik. Sehingga meningkatkan kemampuan sumber daya dan perekonomian nantinya,” ungkapnya.

Ia bersama 18 orang pemuda-pemudi lainnya, 6 orang diantaranya Mahasiswa KKN berhasil menelusuri rimba itu. Dan menemukan 9 knop, 4 kuncup yang sudah mati dan 1 kuncup yang masih hidup dari 4 titik tumbuh Raflesia Arnoldi.

Awalnya, rombongan tersebut dijadwalkan bersama rekan BKSDA Resor Agam. Karena ada tugas mendadak ke Pasaman, membuat tim pemuda setempat tetap melanjutkan perjalanan. Bertujuan sebagai langkah awal dan memudahkan perjalanan berikutnya dengan Tim BKSDA Resor Agam.

“Dari pertualangan kami hari ini, berhasil menemukan 9 knop Raflesia Arnoldi dari 4 titik lokasi tumbuh kembangnya. 4 knop diantaranya sudah besar dan 5 knop lainnya masih kecil. Diperkirakan 10 hari hingga tiga minggu kedepan dimungkinkan kembang. Namun untuk lebih pastinya, butuh analisa BKSDA Resor Agam,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Napala (Nagari Pecinta Alam), Andra Budiman menjelaskan rimba Nagari Koto Gadang VI Koto ini memang telah sejak dahulu dipenuhi Raflesia Arnoldi. “Setelah sempat kami telusuri sebelumnya, ada 24 titik lokasi tempat tumbuh Raflesia Arnoldi yang pernah kami temukan. Dan kali ini baru bisa kami ekspos,” tuturnya.

G. Datuak Tumanggung Sati, Tokoh Masyarakat sekaligus Ninik Mamak Nagari Koto Gadang VI Koto mengatakan akan terus berusaha mendorong pemuda-pemudinya, untuk mengenal lebih baik negeri sendiri. “Selama ini pemuda kami ini yang tergabung di Nagari Pecinta Alam bergiat di luar daerah. Setelah kita rangkul, pergerakan ke kampung halaman mulai menunjukan hasil positif,” terangnya.

“Kami berharap potensi pengembangan wisata alam berlanjut ke agrowisata. Termasuk ada situs sejarah peninggalan Penjajahan Belanda di rimba ini. Potensi wisata sangat tinggi dan diharapkan menunjang peningkatan perekonomian masyarakat nantinya. Namun peningkatan sumber daya manusia harus terlebih dahulu dilakukan,” tegas G. Dt. Tumanggung Sati. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top