Kota Pariaman Rawan Politik Uang, Ini Langkah Bawaslu

Penulis -

Selasa, 16 April 2019 - 23:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pariaman, Prokabar — Seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilu 2019 di Kota Pariaman berpotensi rawan politik uang. Hal itu dikatakan Ketua Bawasalu Kota Pariaman Riswan melalui Kordiv HPP Bawaslu Kota Pariaman Elmahmudi disela-sela patroli pengawasan anti politik uang di masa tenang, Selasa (16/4).

Untuk mengantisipasi terjadinya politik uang itu Bawaslu Kota Pariaman setiap malam gencar melakukan patroli dibantu kepolisian yang juga telah membentuk tim khusus.

“Untuk pengawas Bawaslu tim patroli setiap malam melakukan patroli dengan jumlah emapt armada yang langsung kelapangan secara bekala. Tak hanya itu Panwaslu desa dan pengawas TPS juga melakukan hal serupa sesuai wilayah masing-masing,” katanya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Bicara soal pengawas, Bawaslu Kota Pariaman memiliki 265 pengawas TPS, 71 Panwaslu desa, 12 pengawas di empat kecamatan, 5 orang staf di masing-masing sekretariat. Untuk di Kota ada 20 personil.

“Untuk pengawas kita beharap bekerja maksimal dengan suksesnya pesta demokrasi negara Republik Indonesia ini,”

Dikatakan, pada masa tenang waktu yang rawan terjadi politik uang adalah saat H-1 terhitung sejak sore hari hingga pagi hari saat pemungutan suara.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Biasanya dari pengalaman yang ada laporannya dilakukan dari serangan magrib, serangan Isa, tahujjud, fajar, subuh dan serangan duha. Kalau serangan duha dilakukan dengan cara mencegat pemilih di jalan dari rumah menuju TPS. Namun di Kota Pariaman hal itu sangat sulit terjadi karena akses TPS dekat dan potensi seranga duha kecil. Yang banyak terjadi itu tengah malam,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Bicara soal penindakan dan juga laporan hingga saat ini cukup banyak namun hanya sekedar isu saja. “Masyarakat dan pengawas yang melaporkan masih sebatas dugaan karena tidak dilengkapi dengan barang bukti dan saksi,” katanya.

Ditambahkannya bicara soal yang dibagikan tidak hanya uang saja karena ada juga yang berupa uang. “Informasi yang sudah kita kantongi ada laporan uang, sembako dan juga pakaian yang diberikan. Namun hal itu sangat sulit dibuktikan. Satu-satunya cara adalah dengan operasi tangkap tangan,” ungkapnya. (gas)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB