Kota Padang Ultah, Masyarakat Diminta Lawan Covid-19

Penulis -

Sabtu, 7 Agustus 2021 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Padang Hendri Septa

Wali Kota Padang Hendri Septa

Prokabar.com, Padang – Peringatan hari jadi Kota Padang yang ke-352 menjadi penggerak perlawanan pandemi Covid-19.

Hari jadi Padang yang ke-352 jatuh pada hari ini, Sabtu (7/8).

Walikota Padang Hendri Septa mengatakan situasi peringatan hari jadi Kota Padang ini masih sama seperti tahun lalu.

Hendri Septa ingin masyarakat tetap bersemangat melawan pandemi Covid-19.

“Kita tidak boleh berpangku tangan, tetaplah berprestasi,” kata Hendri Septa, Sabtu (7/8).

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Pada hari jadi yang ke-352, Kota Padang menggelar Rapat Paripurna di Gedung DPRD Padang secara luring terbatas dan daring.

Pada rapat luring, hanya pimpinan DPRD bersama anggota, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Wali Kota, Forkopimda, dan para penerima penghargaan yang datang.

Kepala OPD, Camat, dan Lura serta stakeholder lainnya mengikuti rapat secara daring.

Pada rapat ini, Hendri Septa mengajak masyarakat untuk bersatu menjadi Kota Padang tangguh di segala kodndisi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Masyarakat juga harus saling mengingatkan tentang bahaya Covid-19 yang sudah melanda Indonesia sejak tahun 2020.

Sejarah Padang tak lepas dari kawasan rantau Minangkabau yang berawal dari perkampungan nelayan di Batang Arau.

Perkampungan ini kemudian brekembang menjadi bandar pelabuhan yang armaisetelah Belanda masuk di bendera VOC.

Hari jadi Kota Padang ditetapkan pada 7 Agustus 1669 yang merupakan penyelenggaraan Loji Belanda di Muara Padang oleh masyarakat Pauh dan Koto Tangah.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Selama penguasaan Belanda, Padang menjadi pusat perdagangan emas, teh, kopi dan rempah.

Pada abad ke-20, Padang menjadi lokasi ekspor batu bara dan semen melalui Pelabuhan Teluk Bayur.

Saat ini Padang sudah berkembang dan memiliki sentra perniagaan di Pasara Raya Padang.

Bahkan sudah ada sejumlah pusat perbelanjaan modern adn 16 pasar tradisional.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB