Prokabar.com, Padang – Peringatan hari jadi Kota Padang yang ke-352 menjadi penggerak perlawanan pandemi Covid-19.
Hari jadi Padang yang ke-352 jatuh pada hari ini, Sabtu (7/8).
Walikota Padang Hendri Septa mengatakan situasi peringatan hari jadi Kota Padang ini masih sama seperti tahun lalu.
Hendri Septa ingin masyarakat tetap bersemangat melawan pandemi Covid-19.
“Kita tidak boleh berpangku tangan, tetaplah berprestasi,” kata Hendri Septa, Sabtu (7/8).
Pada hari jadi yang ke-352, Kota Padang menggelar Rapat Paripurna di Gedung DPRD Padang secara luring terbatas dan daring.
Pada rapat luring, hanya pimpinan DPRD bersama anggota, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Wali Kota, Forkopimda, dan para penerima penghargaan yang datang.
Kepala OPD, Camat, dan Lura serta stakeholder lainnya mengikuti rapat secara daring.
Pada rapat ini, Hendri Septa mengajak masyarakat untuk bersatu menjadi Kota Padang tangguh di segala kodndisi.
Masyarakat juga harus saling mengingatkan tentang bahaya Covid-19 yang sudah melanda Indonesia sejak tahun 2020.
Sejarah Padang tak lepas dari kawasan rantau Minangkabau yang berawal dari perkampungan nelayan di Batang Arau.
Perkampungan ini kemudian brekembang menjadi bandar pelabuhan yang armaisetelah Belanda masuk di bendera VOC.
Hari jadi Kota Padang ditetapkan pada 7 Agustus 1669 yang merupakan penyelenggaraan Loji Belanda di Muara Padang oleh masyarakat Pauh dan Koto Tangah.
Selama penguasaan Belanda, Padang menjadi pusat perdagangan emas, teh, kopi dan rempah.
Pada abad ke-20, Padang menjadi lokasi ekspor batu bara dan semen melalui Pelabuhan Teluk Bayur.
Saat ini Padang sudah berkembang dan memiliki sentra perniagaan di Pasara Raya Padang.
Bahkan sudah ada sejumlah pusat perbelanjaan modern adn 16 pasar tradisional.
















