Padang – Pemerintah Kota Padang meraih hasil membanggakan dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2025 yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia. Kota Padang mencatat skor 78,00 dan menempati peringkat pertama di antara ibu kota provinsi di Pulau Sumatera.
Capaian tersebut diumumkan dan dibahas dalam kegiatan yang dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Inspektur Kota Padang Sony Budaya Putra, serta Auditor Ahli Muda Inspektorat Dodi Stapet.
Fadly Amran menyampaikan rasa syukur atas hasil survei tersebut. Menurutnya, capaian ini sejalan dengan semangat Program Unggulan Padang Amanah yang menekankan integritas, transparansi, dan akuntabilitas.
“Alhamdulillah, hasil ini menjadi penyemangat bagi Pemerintah Kota Padang untuk terus menghadirkan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan melayani. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari implementasi Progul Padang Amanah yang kami dorong di seluruh perangkat daerah,” ujar Fadly Amran.
Inspektur Kota Padang Sony Budaya Putra menjelaskan bahwa survei melibatkan 1.551 responden, termasuk pegawai internal, pengguna layanan, mitra kerja, dan para ahli. Hasilnya menunjukkan Indeks Integritas Kota Padang berada pada kategori Terjaga.
“Survei yang dilakukan oleh KPK melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat, tenaga ahli seperti Ombudsman, BPKP, advokat, asosiasi profesi, hingga para pemangku kepentingan lainnya. Hasilnya menjadi cerminan tingkat integritas penyelenggaraan pemerintahan di Kota Padang,” jelas Sony.
Ia menambahkan bahwa skor internal naik menjadi 74,63 dan eksternal mencapai 88,73. Meski demikian, masih ada catatan perbaikan seperti transparansi pengadaan barang/jasa dan sistem promosi pegawai berbasis merit.
“Penilaian beberapa indikator ini menjadi catatan penting bagi kami. Hasil SPI tidak hanya menjadi ukuran capaian, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi untuk memperkuat pengawasan internal, meningkatkan kepatuhan aparatur terhadap aturan, serta membangun budaya kerja yang semakin berintegritas di seluruh perangkat daerah,” tambah Sony.
Dengan capaian ini, Pemko Padang berkomitmen terus memperkuat keterbukaan informasi, pengendalian gratifikasi, dan pengawasan internal guna meningkatkan kepercayaan masyarakat. Peringkat pertama di Sumatera ini menjadi motivasi bagi seluruh aparatur untuk terus menjaga integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan.
















