Kota Padang Jadi Pilot Project Patriot-Net dari Telkom University

Penulis -

Jumat, 3 Mei 2019 - 04:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Wali Kota Padang Mahyeldi meresmikan Patriot-Net Project dari Telkom University di Ruang Command Center Kota Padang, Kamis (2/5), yang kemudian dilanjutkan dengan presentasi mengenai Patriot-Net Project di Ruang Abu Bakar Ja’ar Balaikota Padang.

Patriot-Net Project merupakan sistem peringatan dini (Early Warning System) bencana alam berbasis Internet of Things (IoT) yang dikembangkan oleh Research Center Advanced Wireless Technology (AdWiTech) Telkom University dan diimplementasikan pertama kali (pilot project) di Kota Padang.

“Sebagai daerah rawan bencana, Pemerintah Kota Padang harus selalu meningkatkan kewaspadaan akan bencana yang dapat terjadi kapan saja, salah satunya dengan menerapkan sistem peringatan dini bencana alam yang diharapkan dapat meminimalisir dampak buruk terjadinya bencana, terutama terkait dengan jumlah korban dan kerugian harta benda lainnya”, kata Wako.

“Untuk itu, atas nama Pemerintah Kota Padang kami mengucapkan terima kasih kepada Telkom University atas digandengnya Pemko Padang sebagai mitra dalam penerapan Patriot-Net Project ini. Semoga apa yang dihasilkan dari proyek ini nanti dapat bermanfaat bagi warga Kota Padang dalam upaya mitigasi bencana”, tutur Mahyeldi yang didampingi oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Suardi dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Edy Hasymi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sejalan dengan Wako Mahyeldi, Wakil Rektor IV Telkom University Dr. Rina Pudji Astuti mengatakan, sebagai salah satu anak perusahaan Telkom, Telkom University selalu berinovasi dengan para mahasiswa yang saat ini berjumlah lebih kurang 30 ribu orang. Oleh sebab itu, Ia berharap kolaborasi dengan Pemko Padang tidak berhenti sampai di proyek ini saja, tetapi juga untuk produk lainnya.

Sementara itu Direktur Research Center AdWiTech Telkom University Dr. Eng. Khoirul Anwar, S.T, M.Eng menjelaskan Patriot-Net merupakan singkatan dari Prevention and Recovery Networks for Indonesia Natural Disaster based on Internet of Things.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Jadi, Patriot-Net ini merupakan alat pencegahan dan pemulihan jaringan untuk bencana alam di Indonesia berbasis IoT, berupa sistem terintegrasi antar sensor-sensor dan aplikasi”, tutur pria yang pernah menetap di Jepang selama 15 tahun itu.

“Kita tidak bisa mencegah terjadinya bencana, namun kita dapat membuat monitoring dan sistem peringatan dini untuk mengurangi kerugian, kerusakan, dan berbagai kesedihan yang mungkin diakibat oleh sebuah bencana alam. Patriot-Net akan membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi peringatan dini bencana alam yang akan terjadi, tidak hanya gempa dan tsunami, tetapi juga bencana banjir dan tanah longsor. Apapun jaringan (network) yang digunakan akan disupport oleh sistem ini, selagi telepon genggam masih memiliki daya”, jelas Khoirul lebih lanjut.

Sebagai proyek yang menerapkan metode triple helix dalam pelaksanaannya, di samping melibatkan akademisi dan pemerintah, Patriot-Net Project juga menggandeng PT. FUSI Global Teknologi dari dunia industri. Yan Syafri Hidayat dari PT. FUSI mengatakan, peran PT. FUSI dalam proyek AdWiTech meliputi kerjasama pengembagan, produksi, sertifikasi, implementasi/instalasi, dan pemeliharaan sistem.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Business process (tata kelola) yang akan dilalui singkatnya Early Warning System (EWS) masuk ke command center sebagai pusat data dan informasi atau langsung kepada masyarakat dalam bentuk notifikasi maupun informasi berupa sirine, melalui personal mobile app, dan sms”, ujar Yan.

Pada forum yang juga menghadirkan para insan peduli bencana dan unsur kecamatan tersebut, Kepala BPBD Kota Padang Edy Hasymi menuturkan, mitigasi bencana saat ini sudah tidak cukup lagi dilakukan secara manual, tetapi juga harus didukung oleh teknologi yang canggih.

“Ketika terjadi bencana, satu detik adalah nyawa. Oleh sebab itu, kita perlu sistem yang efektif dan efisien untuk menyampaikan informasi kebencanaan kepada masyarakat”, tutur Edy. (rel/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB