Korsel Investasi Keraf di Pasaman Barat

Penulis -

Rabu, 20 Maret 2019 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasbar, Prokabar – Kabupaten Pasaman Barat (pasbar) dilirik oleh investor dari Negara Korea untuk menanam Kenaf. Tanaman sejuta manfaat tersebut siap mendukung perekonomian masyarakat Pasbar kedepannya. Pasalnya, seluruh tanaman itu berguna mulai dari akar hingga daun.

Kunjungan investor tersebut disambut oleh Wakil Bupati Pasbar Yulianto bersama dengan Ketua GOW Sifrowati Yulianto dikediamannya, Rabu (20/3).

Kunjungan itu diketuai oleh Mr. Myungwan Shing bersama beberapa anggota yang didampingi oleh Apriadi Lubis salah seorang putra Pasbar.

Menurut Yulianto, Pasbar memang memiliki lahan yang subur, malah ada satu wilayah di Pasbar memiliki kualitas tanah terbaik di dunia. Jika ada investor yang ingin berinvestasi di Pasbar boleh saja, asal apa yang dilakukan oleh investor itu bermanfaat bagi masyarakat banyak.

“Atas nama Pemerintah Daerah, kami siap memfasilitasi dan menerima investor di Pasbar. Dengan catatan investasi tersebut memang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta meningkatkan perekonomian masyarakat,” ucap Yulianto.

Selain itu, papar Yulianto apa yang dilakukan oleh investor juga harus berdasarkan peninjauan lapangan. Karena, Pasbar sudah dipenuhi oleh perkebunan sawit.

“Dari penjelasan Bapak semua, wilayah kami sudah dipenuhi oleh sawit dan pada umumnya lahan juga milik masyarakat. Kalau menanam tanaman lagi, diharapkan tanaman tersebut bisa berinteraksi dengan tanaman lainnya,”papar Yulianto.

Tidak hanya itu saja, jelas Yulianto, investor juga diharapkan memahami kondisi masyarakat Pasbar. Karena, masyarakat Pasbar adalah masyarakat Multi Etnis yang terdiri dari tiga etnis yakni Minangkabau Mandailing dan Jawa.

Sementara itu, Mr. Myungwan Shing memaparkan jika tanaman Kenaf tidak membutuhkan lahan yang terlalu subur. Sebab, tanaman tersebut tidak jauh berbeda dengan tanaman ubi.

“Yang menonjol sekali dari tanaman Kenaf ini adalah manfaatnya. Tanaman Kenaf, bermanfaat seluruh strukturnya. Bisa dibuat obatan, masker, dan sejuta manfaat lainnya. Selain itu, tanaman ini juga cepat panen yakni sekali empat bulan panen,”papar Mr. Myungwan Shing.

Mr. Myungwan Shing menambahkan, kerjasama tanaman Kenaf ini sudah dimulai penjajakan dari Kabupaten Pasaman. Dipilihnya kedua wilayah ini karena lahannya masih luas.

“Di Kabupaten Pasaman kami sudah melakukana penandatanganan MoU. Sekarang kami ingin melakukan hal yang sama dengan Pasbar,”tutup Mr. Myungwan Shing.(eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB