Korban Gempa Solsel Masih Bertahan di Tenda Pengungsian

Penulis -

Selasa, 12 Maret 2019 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Aro, Prokabar – Korban gempa bumi di Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, masih bertahan di tenda pengungsian satu hari menjelang masa tanggap darurat berakhir.

“Warga sebagian besar masih bertahan di tenda dan pada Senin (11/3) pukul 23.30 Wib warga masih merasakan guncangan gempa sehingga warga yang rumahnya mengalami rusak sedang takut kembali ke rumah,” kata Camat Sangir Balai Janggo, Muslim, Selasa (12/3).

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Dia mengatakan untuk korban gempa yang rumahnya rusak ringan sudah berani balik ke rumah, tetapi yang rusak berat memilih bertahan di tenda pengungsian.

Warga yang memilih tidur di tenda pengungsian katanya, masih cukup banyak terutama di lokasi terparah yaitu Jorong Koto Sungai Kunyit.

“Korban gempa berharap pemerintah membantu perbaikan rumah mereka yang rusak akibat gempa,” ujarnya.

Semua korban gempa yang rumahnya rusak ringan katanya, ada 800 kepala keluarga dan sudah disarankan untuk pulang.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Kalaksa BPBD Solok Selatan Johny Hasan Basri mengatakan, pihaknya masih melakukan validasi di lapangan terkait jumlah kerusakan akibat gempa.

“Hari ini terakhir kami melakukan validasi dan besok akan dibahas terkait habisnya masa tanggap darurat,” ujarnya.

Dia mengatakan, ada sebagian kecil rumah yang rusak berat atau sedang tidak berani kembali ke rumah tetapi ada juga yang sudah menumpang di rumah familinya yang tidak rusak.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Ia menyebutkan pergerakan gempa sekarang sudah cenderung menurun seperti sekali dua hari dan akibatnya tidak signifikan.

“Sekarang intensitas gempanya sudah menurun sampai ia berhenti total,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman mengatakan sampai Senin (11/3) pihaknya sudah melayani 629 orang korban gempa di tiga puskesmas. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB