Korban Gempa Pasaman di Palembayan Harapkan Bantuan Pakaian Layak, Kasur dan Selimut

Penulis -

Minggu, 27 Februari 2022 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembayan, Prokabar – Seribu jiwa lebih korban gempa Pasaman mengungsi di Padang Tarok Koto Gadang, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Hampir semua korban tidak bisa menyelamatkan harta bendanya.

Kondisi itu membuat korban pasrah dan ikhtiar menerima cobaan itu. Hal itu jelas membutuhkan bantuan, partisipasi atau dukungan berbagai hal yang dapat meringankan beban dan cobaan itu.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Buyung (45), salah seorang korban gempa Pasaman itu mengatakan kejadian musibah itu membuat ia trauma dan panik. Rumah yang ia tempati sudah dibawa arus galodo dan rata dengan tanah. Beruntung semua keluarganya selamat dan mengungsi ke Padang Tarok Koto Gadang, Nagari Salareh Aia, Palembayan ini.

“Alhamdulillah, kami diterima sangat baik masyarakat di sini. Bersama pemerintah setempat kami diberi layanan berbagai sarana prasaranan kami butuhkan. Meski seadanya namun sudah cukup untuk sementara, bagi kami yang dilanda musibah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Untuk konsumsi dan tempat istirahat sudah tersedia di sini. Akan tetapi pengungsi korban gempa ini masih membutuhkan pakaian layak, selimut dan kasur. “Tidak ada pakaian dan benda berharga yang sempat kami selamatkan. Rumah kami di hondoh galodo. Sementara rumah saudari kami yang lainnya roboh akibat gempa,” tuturnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Sementara itu, Putra Wardana (15) juga korban gempa mengatakan, ia bersama ibu, nenek dan adik-adiknya berhasil selamat dari bencana alam itu. “Ayah kami sudah meninggal lama dan kami hanya ada ibu, nenek dan saudari. Kami beruntung bisa mengungsi ke sini dan bisa mendapatkan kebutuhan hidup untuk sementara,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB