Korban Banjir Solsel Butuh Peralatan Pembersih Lumpur

Penulis -

Senin, 16 Desember 2019 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Aro, Prokabar – Puluhan korban banjir di Lubuk Ulang Aling, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat membutuhkan peralatan untuk membersihkan lumpur dari dalam rumah mereka serta serta bahan makanan.

“Setelah kami tinjau ke lapangan daerah paling parah berada di Talantam, Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan dimana dari 83 rumah hanya dua unit yang tidak terkena banjir, selebihnya material lumpur di dalam rumah mencapai ketebalan 50 centimeter,” kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari Solok Selatan, Hapisondi Padang Aro, Senin.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selain itu enam rumah warga di Talantam juga hanyut terbawa derasnya aliran sungai Batang Hari ditambah fasilitas umum rusak parah, dan tower komunikasi juga roboh.

Ia mengatakan untuk menjangkau Talantam penuh dengan tantangan, karena akses satu-satunya hanya lewat sungai dengan perahu mesin tempel.

Saat ini katanya, air sungai Batang Hari belum signifikan surutnya sehingga untuk mencapai lokasi waktunya lebih lama dari biasanya.

“Airnya masih deras dan untuk mencapai Talantam akses satu-satunya hanya lewat sungai, dan melawan arus sehingga waktunya lebih lama,” ujarnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Untuk menyalurkan bantuan ke Talantam butuh waktu dua jam melalui sungai ditambah lagi jalur darat.

Untuk pembersihan rumah di Lubuk Ulang Aling katanya, dibutuhkan waktu cukup lama sebab alat berat tidak bisa masuk sehingga harus dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya.

Selain itu katanya, korban banjir di Lubuk Ulang Aling juga butuh bantuan makanan, sebab semua sembako yang mereka miliki habis terbawa banjir sementara untuk keluar kampung mereka susah.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Untuk itu katanya, pihaknya akan membangun dapur umum di Kantor Camat Sangir Batang Hari untuk kebutuhan makan korban banjir di Lubuk Ulang Aling.

“Kalau harus mendrop bantuan dari posko utama di Kantor Camat Muaralabuh terlalu jauh, sehingga kami buat posko lagi di Sangir Batang Hari serta dapur umum,” ujarnya.

Terkait kekosongan sembako di Gudang Solok Selatan katanya, pada Minggu malam sudah mulai masuk dari Provinsi serta daerah lain. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB