Kopi Ateng Tidak Bisa Tumbuh di Semua Tempat

Penulis -

Selasa, 29 Mei 2018 - 22:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar-Dikembangkannya varian kopi ateng di Pasaman ternyata butuh pemahaman khusus. Terutama dalam pemilihan lokasi ladang, struktur tanah sampai ketinggian daratan yang dibutuhkan. Jika tidak memiliki pengetahuan dasar dan malas mencari rujukan, jangan harap kopi ateng akan berkembang sesuai harapan.

Salah satu petani kopi ateng di Pasaman, Yunefrizal menjelaskan, sebelum ia mulai mengembangkan varian kopi ini, ia kerap berkomunikasi bahkan studi banding ke Sipirok, Sumatera Utara. Dimana di Sipirok ini terkenal dengan kopi atengnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Ternyata faktor lingkungan, cuaca hingga ketinggian lahan sangat tepat dikembangkan di Pasaman, terutama di Tonang Talu, Kecamatan Lubuk Sikaping ini,” kata Yunefrizal.

Bahkan, diakui Yunefrizal, dibanding dari daerah Sipirok, Sumatera Utara sebagai salah satu daerah pengembang kopi ini, di Pasaman proses perkembangan kopi ini lebih cepat.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Dari pantauan kami, di Sipirok, dari masa bibit hingga pertama berbuah, itu memakan waktu sekitar 16-18 bulan dengan tinggi sekitar dada orang dewasa. Sementara di Pasaman, tepatnya di Tonang, kopi ini dapat berbuah di usia 12-14 bulan sejak dari bibit. Bahkan, petani di Sipirok pernah datang ke ladang kami untuk memastikan kualitas dan kuantitas kopi. Ternyata lulus uji standar dan lebih baik kualitasnya,” jelas Yunefrizal.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Untuk bibit, diakui Yunefeizal didatangkan dari Sipirok. Saat ini di ladang ical terdapat hampir 800 batang kopi ateng. Diantaranya terdapat kopi yang siap panen dan yang baru mulai dibesarkan. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB