Dubai, prokabar – Jangan coba-coba meremehkan prokes covid-19 di negara orang. akibatnya sangat tidak mengenakan. Setidaknya itulah yang dialami perwakilan timnas Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia grup G.
Timnas Indonesia melawan Vietnam dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia zona Asia grup G di Stadion Al Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab pada Senin (7/6/2021) pukul 23.45 WIB.
Indonesia dalam konferensi pers pra match diwakili pelatih Shin Tae-yong dan striker Egy Maulana Vikri. Sialnya, keduanya diterpa dua insiden tak mengenakan. Konferensi pers berlangsung memanas karena dua insiden berbeda yang menimpa Shin Tae-yong dan Egy Maulana Vikri.
Dilansir dari VNExpress, Shin Tae-yong mengungkapkan kemarahannya kepada penerjemah bahasa Inggris pasca konferensi pers. Menurut pelatih asal Korea Selatan itu, sang penerjemah tak menerjemahkan omongannya dengan baik.
“Anda harus menerjemahkan dengan cukup sehingga orang-orang di sini tidak salah mengerti,” kata Shin.
“Terjemahannya Anda potong sana sini? Saya juga tahu Bahasa Inggris. Tolong terjemahkan dengan baik, dengan porsi yang tepat,” tambahnya kesal.
Insiden lainnya melibatkan Egy Maulana Vikri yang diusir oleh staf AFC lantaran lupa memakai masker.
Egy yang menjadi wakil pemain Indonesia sempat lupa tak memakai masker dalam konferensi pers.
Akibatnya, ia harus menunggu staf Indonesia untuk mengambilkannya. Namun karena terlalu lama, staf AFC keburu menyuruh Egy untuk meninggalkan ruangan.
Untungnya, seperti laporan TheThao247, salah satu reporter Vietnam memberinya masker sehingga Egy bisa tetap menaati protokol kesehatan dan berbicara di depan media.
Laga Vietnam Vs Indonesia juga akan jadi laga head-to-head antara dua pelatih Korea Selatan, Shin Tae-yong dan Park Hang-seo. Keduanya sepuluh kali adu taktik dengan Park Hang-seo saat menangani klub Korea Selatan pada medio 2009-2012.
Dari sepuluh pertandingan itu, Shin Tae-yong unggul telak atas Park Hang-seo, dengan mencatatkan delapan kemenangan, satu seri, dan satu kali kalah melawan Park Hang-seo.
“Dan untuk saya juga memang pernah memegang timnas Korea di tahun 2018 untuk Piala Dunia 2018, jadi karena itu mungkin banyak media yang tertarik dengan pertandingan ini,” tambahnya.(*)
















