Daerah

Komunitas Pemuda Kampung Hamka Lakukan Study Banding Ke TDC Dan Lubuak Nyarai

Agam, Prokabar – Persatuan Pemuda Batung Panjang, Kenagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam memulai pergerakan dengan melakukan kunjungan beberapa daerah. Kunjungan tersebut berkat dorongan Camat Tanjung Raya, Handria Asmi.

Kekompakan pemuda itu diapresiasi Camat berprestasi tersebut. Pasalnya, sangat strategis mensukseskan dan menjadi kekuatan pembangunan Destinasi Internasional Kampung Hamka. 

“Kami dari Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi kekompakan pemuda ini. Tentu menyambut baik dan langsung menggerakannya dengan bekal ilmu,” kata Camat Tanjung Raya tersebut.

Perjalanan dilakukan dua mobil dengan jumlah 14 orang. Selain Pemuda, Wali Jorong, Ketua Pemuda dan beberapa tokoh tua juga turut mendampingi. “Saya sangat senang dari pergerakan pemuda ini. Oleh sebab itu, kami selaku tokoh masyarakat juga ingin ikut dan mendapatkan pengetahuan dari kunjungan tersebut,” ungkap Walijorong, Irfan Caniago.

Kunjungan Pertama di Posko Tabuik Diving Club, Desa Mangguang, Kota Pariaman. Di sana mereka berjumpa sekelompok pemuda aktif dan penuh inovatif. Bergerak dalam pelestarian ekosistem laut dan pesisir pantai. Selain bekal hobi penyelam, aktivitas tersebut dapat melihat, meneliti sekaligus menanam terumbu karang yang rusak di beberapa titik daerah laut. Aktifitas tersebut sekaligus menjaga dan melindungi pertumbuhan Penyu bertelur.

Kunjungan kedua berada di Nagari Gamaran, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Di sana Pemuda Batung Panjang Sungai Batang ini langsung bertemu Ritno Kurniawan. Seorang Tokoh Penggerak Destinasi Wisata ternama di Sumatra Barat. 

“Dari hasil kunjungan ini, sangat bermanfaat dan membuka cakrawala kami tentang arti penting kebersamaan. Mental untuk menjaga, memelihara dan membangun perubahan, harus didasari mentalitas dan moralitas yang kuat,” ungkap Ketua Tim Kunjungan, Fajri.

Ia melanjutkan keberhasilan pembangunan sebuah destinasi wisata, harus ada tim yang solid. Saling menjaga, menguatkan dan melengkapi satu sama lainnya. “Jangan pernah sekali-kali memulai pergerakan dengan mengharapkan materi. Karena hal tersebutlah pemecah belah kita” tegasnya.

Hendri Mansur menambahkan, berbeda dengan lokasi kunjungan yang telah dilihat. Sungai Batang, Khususnya Perkampungan Buya Hamka sangat spesifik dan dilengkapi Alam yang sangat indah dan lengkap. Artinya, nilai utama yang harus dibentuk dan dibudayakan pertama kali adalah menanamkan serta menumbuhkembangkan nilai-nilai Islam yang dititipkan Buya Hamka.

“Kita memiliki wisata reliqius yang sudah Internasional. Setiap saat, pelancong Malaysia datang dan berkunjung. Potensi ini harus kita kembangkan terlebih dahulu. Jangan sampai Sejarah dan nilai-nilai reliqius Buya Hamka, lebih diketahui orang lain ketimbang kita sendiri anak cucu Buya Hamka,” pungkas Hendri. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top