Trending | News | Daerah | Covid-19

Opini

Komunikasi Efektif Dalam Dunia Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19

Dibaca : 283

Oleh : Yenny Septi, S.Si

Mahasiswa MPI 2019 Pasca Sarjana IAIN Batusangkar

Sejak mewabahnya pandemi Covid-19, berdampak besar di berbagai sector dalam kehidupan. Dunia pendidikan pun tak ketinggalan merasakan dampaknya. Proses kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan, karena komunikasi antara guru dengan peserta didik tidak boleh berhenti begitu saja akibat covid 19 artinya komunikasi antara peserta didik dengan guru tetap berjalan dengan lancar.

Dalam dunia pendidikan komunikasi merupakan hal yang sangat penting , komunikasi di dalam proses pembelajaran digunakan untuk menyampaikan pesan kepada peserta didik, baik berupa ilmu pengetahuan maupun pesan moral.

Komunikasi menurut Harold D. Lasswel yaitu suatu tindakan seseorang yang dilakukan untuk menerangkan pesan, dapat dilakukan atau diterjemahkan guna menjawab pertanyaan “ Siapa yang menyampaikan, apa yang disampaikan melalui saluran apa, kepada siapa pengaruhnya “.

Ditengah pandemic covid 19 ini komunikasi merupakan sebuah langkah penting guna menyampaikan informasi yang dibutuhkan seseorang ataupun masyarakat.

Komunikasi Efektif dalam pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta didik mampu untuk memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, sehingga menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat menimbulkan perasaan ,mempengaruhi, meningkatkan hubungan sosial yang baik yang akhirnya akan menimbulkan suatu tindakan.

Komunikasi dapat dikatakan berhasil atau tidaknya dalam pembelajaran kepada pesrta didik dapat ditentukan dari kefektifan komunikasi. Untuk menciptakan komunikasi yang efektif guru harus mengerti seluk beluk komunikasi pendidikan , antara lain tentang metode yang tepat dalam penyampaian, strategi untuk meningkatkan kekuatan komunikasi.

Dapat dikatakan bahwa keberhasilan pendidikan dalam pembelajaran sangat tergantung kepada efektifitas proses komunikasi yang terjadi ddalam pembelajaran tersebut.

Berkomunikasi efektif berarti bahwa komunikator dan komunikan sama – sama memiliki pengertian yang sama tentang suatu pesan. Menurut Jalaluddin dalam bukunya Psikologi Komunikasi menyebutkan bahwa komunikasi yang efektif ditandai dengan adanya pengertiaan , dapat menimbulkan kesenangan, mempengaruhi sikap, meningkatkan hubungan sosial yang baikyang pada akhirnya akan menimbulkan suatu tindakan.

Ada lima aspek dalam komunikasi yang efektif antara lain :

Kejelasan, dalam komunikasi harus menggunakan bahasa dan mengemas informasi secara jelas, sehingga mudah diterima dan dipahami oleh komunikan.
Ketepatan / akurasi, hal ini menyangkut penggunaan bahasa yang benar dan kebenaran informasi yang disampaikan.

Konteks, sering disebut situasi, maksudnya adalah bahwa bahasa dan informasi yang disampaikan harus sesuai dengan keadaan dan lingkungan di mana komunikasi itu terjadi.

Alur, bahasa dan informasi yang akan disajikan harus disusun dengan alur atau sistematika yang jelas, sehingga pihak yang menerima informasi cepat tanggap.

Budaya, Aspek ini tidak saja menyangkut bahasa dan informasi tetapi juga berkaitan dengan tatakrama dan etika. Artinya dalam berkomunikasi harus menyesuaikan dengan budaya orang yang di ajak berkomunikasi , baik dalam penggunaan bahasa verbal maupun nonverbal, agar tidak menimbulkan kesalahan persepsi

Agar komunikasi dalam pembelajaran di dunia pendidikan di masa pandemic covid 19 tetap berjalan, maka guru mencari berbagai alternative antara lain
WhatsApp (WA), telegram, instagram, aplikasi zoom, google classroom atau pun media lainnya sebagai media pembelajaran. Dengan demikian, pendidik dapat memastikan peserta didik mengikuti pembelajaran dalam waktu bersamaan, meskipun di tempat yang berbeda. Selanjutnya juga dapat memberikan tugas terukur sesuai dengan tujuan materi yang disampaikan kepada peserta didik, yang kesemuanya itu merupakan anjuran dari pemerintah untuk Work From Home ( WFH ).

Kondisi seperti ini tentu bukanlah hal yang mudah, karena belum sepenuhnya setiap jenjang, mulai dari guru, siswa, orang tua, termasuk sarana pendukung siap menghadapi suatu hal yang langka seperti ini. Problematika dunia pendidikan masih komplek, salah satunya belum seragamnya proses pembelajaran, termasuk kualitas capaian pembelajaran yang diinginkan.

Kondisi pandemi Covid-19 ini, mengakibatkan perubahan yang luar biasa. Sepertinya seluruh jenjang pendidikan ‘dipaksa’ bertransformasi untuk beradaptasi secara tiba-tiba (drastis) untuk melakukan pembelajaran dari rumah melalui media daring (online). Dilema para orang tua juga tak terelakkan, satu sisi mungkin disibukan oleh pekerjaan sehari hari, disisi lain SDM orang tua yang terbatas.

Hal ini tentu dirasa berat oleh pendidik dan peserta didik. Sementara masyarakat (orangtua/wali) masih banyak yang belum mengerti dan memahami langkah langkah pengawasan ataupun bentuk bimbingan yang akan dilakukan. Pendidik, dituntut kreatif dalam penyampaian materi melalui media pembelajaran daring, dalam hal seperti ini guru harus bisa memilih, aplikasi apa yang harus digunakan dalam penyampaian pembelajaran yang harus digunakan kepada siswanya agar semua siswa dapat mengikutinya dengan baik, disinilah peran guru dalam komunikasi terhadap peserta didi, guru dituntut untuk lebih cerdas memilih dari sekian banyak aplikasi pembelajaran daring mana diantaranya yang paling efektif digunakan dalam pentransferan ilmu pengetahuan dimasa pandemi.

Untuk itu guru harus memperhatikan beberapa hal, antara lain : 1) apakah semua peserta didik mempunyai Hp Android, 2) apakah semua peserta didik mengerti memakai aplikasi yang di pakai guru. Untuk itu guru terlebih dahulu harus memakai aplikasi yang shampir seluruh siswa dapat menggunakannya supaya komunikasi tersebut berjalan dengan baik.

Jadi dapat disimpulkan bahwa komunikasi yang efektif itu adalah komunikasi yang antara komunikator dan komunikan dapat mempunyai pengertian yang sama dengan pesan yang di sampaikan sehingga komunikasi itu dapat dikatakan berhasil. (*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top