Agam, Prokabar — Polres Agam bersama SMK Negeri 1 Tanjung Raya komitmen melakukan pencegahan bahaya narkoba pada siswa. Hal tersebut dibuktikan kelanjutan kerjasama Program Pembelajaran kurikulum Bahaya Laten Narkoba di tahun ke dua.
Berdasarkan evaluasi tahun 2018, siswa sekolah kejuruan ini berdampak positif pada lingkungannya. “Mereka yang mengikuti pembelajaran ini, langsung menjadi Duta Anti Narkoba Polres Agam. Kedisiplinan siswa dalam mengikuti proses ajar mengajar semakin meningkat,” Terang KBO Satbinmas Polres Agam, Iptu Akhiruddin kepada Prokabar.com, Jumat (30/8).
Kehadiran Jajaran Polres Agam ke SMK Negeri 1 Tanjung Raya, berdampak pula pada pencegahan peredaran narkoba pada siswa dan lingkungan. Termasuk di lingkungan sekolah.
“SMK Negeri 1 Tanjung Raya adalah piloting dalam pembelajaran bahaya laten narkoba. Setelah sekolah ini, sejumlah sekolah lainnya turut ikut bergabung melakukan pengelajaran yang sama di masing-masing sekolah tersebut,” ungkap Iptu Akhiruddin.
Lebih menarik lagi, SMA Cendikia dan Pesantren Profesor Doktor Buya Hamka juga tertarik dan ingin bekerja sama dengan Polres Agam, untuk membuat Program Pembelajaran Bahaya Narkoba. “Beberapa pesantren dan sekolah swasta terkemuka di Tanjung Raya, juga berminat membuat kurikulum Bahaya Laten Narkoba ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Tanjung Raya, M. Hidayat mengakui dampak positif sejumlah kerjasama dengan Polres Agam tersebut. “Kehadiran bapak kepolisian, mendidik anak-anak kami sangat berdampak besar. Kediaiplinan, pendidikan karakter, pemikiran dan sikap mental semakin baik,” katanya.
Jumlah siswa untuk mengikuti pembelajaran ini semakin baik dan meningkat. “Semoga siswa-siswi ini menjadi pelopor pencegahan bahaya laten narkoba kepada rekan-rekan dan lingkungan tempat tinggalnya,” lanjutnya.
Marsya, salah satu pelajar SMKN 1 Tanjung Raya mengatakan sejak mendapatkan ilmu pengetahuan tentang narkoba tersebut, semakin paham akan bahaya dan dampak buruk yang diakibatkanya.
“Narkoba adalah suatu zat adiktif yang dapat mengganggu psikolog atau kejiwaan seseorang yang dapat melalui dimakan, diminum, dihirup, disuntik atau melalui intravena. Dan dapat mempengaruhi pola pikiran, sikap mental dan keadaan jiwa panggunanya,” tutur Marsya.
Ia melanjutkan didaerahnya di Nagari Bayur, diamati banyak pengedar dan pecandu berkeliaran. Sejak seringnya penindakan dan penangkapan terhadap pelaku tersebut, disertai aksinya melakukan sosialisasi kepada rekan-rekan, para pelaku mulai menjauh dan waspada.
“Upaya tersebut membuat mereka terdesak dan kami sangat berharap mereka para pelaku menjauh dan pergi dari kampung halaman kami,” pungkasnya. (rud)
















