Komit Bangun Rumah Bersubsidi, Apersi Nilai Masih Ada Biaya Tinggi

Penulis -

Minggu, 25 Oktober 2020 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman (Apersi) terus berkomitmen untuk fokus dalam pembangunan program rumah bersubsidi sesuai dengan program pemerintah. Namun ternyata di banyak daerah, masih ditemukan biaya-biaya tinggi sehingga menyulitkan pengembang.

“Padahal aturan pemerintah pusat yang mengatur soal mempermudah pembangunan rumah bersubsidi sudah ada, namun banyak daerah yang belum melaksanakannya dengan dengan konsisten,” kata Ketua Umum DPP Apersi Junaidi Abdillah, Sabtu (24/10) di Kryad Hotel, Padang, saat bersilaturahmi bersama anggota Apersi Sumbar.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Untuk itu, perlu adanya penyamaan persepsi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat dan pengembang. Sebab penyediaan rumah bersubsidi ini merupakan program pemerintah pusat untuk mempermudah masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan rumah.

“Rumah bersubsidi ini masih dianggap komersil, sehingga masih disamakan dengan rumah komersil dengan biaya-biaya tinggi. Padahal rumah bersubsidi ini aturannya sudah jelas, harga dibatasi dan targetnya adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Ini tentunya perlu komitmen pemerintah daerah untuk memberi kemudahan,” katanya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Perkuat Dukungan Hukum dan Pengamanan Aset melalui PKS dengan Kejaksaan Negeri Bukittinggi

Sementara Ketua Apersi Sumbar Ramal Saleh mengatakan saat ini, masih ditemui biaya-biaya tinggi dalam pengurusan perizinan, juga pelambatan-pelambatan waktu baik oleh pemerintah provinsi Sumbar maupun pemerintah kabupaten/kota, maupun stakeholder terkait lainnya.

“Bahkan ada biaya yang mencapai Rp2,5 juta dalam pemecahan sertifikat. Padahal resminya sekitar Rp175 ribu perkapling,” katanya.

Baca Juga :  Fadly Amran Buka Promoting Rise di PNP, Dorong Kolaborasi Teknologi Kendaraan Listrik

Dia mengatakan Apersi akan tetap berjuang untuk pemberian kemudahan-kemudahan dalam penyediaan rumah murah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dia mengatakan saat ini anggota Apersi Sumbar sebanyak 130 anggota, yang rata-rata membangun rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kami mengimbau pemerintah provinsi, kabupaten kota, BPN, PLN dan lainnya, agar sama-sama bersinergi untuk memberikan kemudahan dalam penyediaan rumah-rumah bersubsidi bagi masyarakat kita yang kurang mampu,” katanya.(mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Perkuat Dukungan Hukum dan Pengamanan Aset melalui PKS dengan Kejaksaan Negeri Bukittinggi
KAI Divre II Sumbar Bersama BRI Dorong UMK Mitra Binaan Naik Kelas dan Berdaya Saing
Fadly Amran Tinjau Pembangunan SDN 01 Pasar Laban, Minta Percepat dan Bangun Tanggul
Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Padang Terapkan PJJ untuk PAUD, SD, dan SMP
Fadly Amran Buka Promoting Rise di PNP, Dorong Kolaborasi Teknologi Kendaraan Listrik
Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027
Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:42 WIB

KAI Divre II Sumbar Perkuat Dukungan Hukum dan Pengamanan Aset melalui PKS dengan Kejaksaan Negeri Bukittinggi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:30 WIB

KAI Divre II Sumbar Bersama BRI Dorong UMK Mitra Binaan Naik Kelas dan Berdaya Saing

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Fadly Amran Tinjau Pembangunan SDN 01 Pasar Laban, Minta Percepat dan Bangun Tanggul

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Padang Terapkan PJJ untuk PAUD, SD, dan SMP

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Fadly Amran Buka Promoting Rise di PNP, Dorong Kolaborasi Teknologi Kendaraan Listrik

Berita Terbaru